Untuk tiga jurusan, Poltekpel Sumbar terima 180 taruna pada 2018
Jumat, 6 Juli 2018 10:59 WIB
Direktur Politeknik Pelayaran Sumatera Barat, Hartanto (tengah). (Antara Sumbar/Aadiat MS)
Parit Malintang, (Antaranews Sumbar) - Politeknik Pelayaran (Poltekpel) Sumatera Barat, menerima 180 taruna pada tahun ajaran 2018 untuk mengisi tiga jurusan di perguruan tinggi tersebut.
"Tiga jurusan tersebut yaitu nautika, teknologi nautika, dan transportasi laut," kata Direktur Poltekpel Sumbar, Hartanto di Ulakan Tapakis, Jumat.
Ia mengatakan hingga saat ini sudah lebih 300 orang yang mendaftar untuk ke tiga jurusan tersebut.
Pendaftarannya, lanjutnya tidak saja berasal dari Sumbar, namun juga dari seluruh daerah di Indonesia.
Ia mengatakan banyaknya pendaftar tersebut karena hingga saat ini gaji pelaut dan tamatan pelayaran yang menggiurkan.
"Baru tamat saja gajinya bisa mencapai 1.000 Dolar AS per bulan," katanya.
Selain itu, lanjutnya fasilitas yang dimiliki Poltekpel Sumbar sudah berstandar internasional dan didukung oleh tenaga pengajar yang memiliki ijazah dan kompetensi yang baik.
"Jumlah staf pengajar di Poltekpel Sumbar pun sudah mencapai 70 orang," ujarnya.
Ia merincikan pendaftaran taruna Poktekpel Sumbar dimulai dari 28 Mei sampai 27 Juli, lalu dilanjutkan dengan pengarahan umum 30 Juli, dan seleksi akademik 31 Juli.
Lalu dilanjutkan tes lainnya yaitu psikotes 1 Agustus, kesehatan 2 sampai 3 Agustus, kesamaptaan 6 Agustus, diteruskan dengan wawancara pada 7 sampai 8 Agustus.
Seterusnya rapat penentuan akhir pada 9 Agustus, pengumuman 10 Agustus, daftar ulang 13 sampai 17 Agustus, dan mulai belajar 20 Agustus.
Sebelumnya Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi meresmikan Politeknik Pelayaran Sumatera Barat (Sumbar) yang sebelumnya semenjak 2015 bernama Balai Pendidikan dan Pelatihan Ilmu Pelayaran (BP2IP) Kabupaten Padang Pariaman.
"Dengan diresmikan menjadi sekolah tinggi maka dapat meningkatkan kemampuan peserta didik," kata dia saat meresmikan Politeknik Pelayaran Sumbar di Kecamatan Ulakan Tapakis, Kabupaten Padang Pariaman, Jumat.
Ia mengatakan dengan meningkatnya kemampuan peserta didik tersebut maka lulusan pelayaran asal Indonesia semakin diminati oleh perusahaan internasional. (*)
"Tiga jurusan tersebut yaitu nautika, teknologi nautika, dan transportasi laut," kata Direktur Poltekpel Sumbar, Hartanto di Ulakan Tapakis, Jumat.
Ia mengatakan hingga saat ini sudah lebih 300 orang yang mendaftar untuk ke tiga jurusan tersebut.
Pendaftarannya, lanjutnya tidak saja berasal dari Sumbar, namun juga dari seluruh daerah di Indonesia.
Ia mengatakan banyaknya pendaftar tersebut karena hingga saat ini gaji pelaut dan tamatan pelayaran yang menggiurkan.
"Baru tamat saja gajinya bisa mencapai 1.000 Dolar AS per bulan," katanya.
Selain itu, lanjutnya fasilitas yang dimiliki Poltekpel Sumbar sudah berstandar internasional dan didukung oleh tenaga pengajar yang memiliki ijazah dan kompetensi yang baik.
"Jumlah staf pengajar di Poltekpel Sumbar pun sudah mencapai 70 orang," ujarnya.
Ia merincikan pendaftaran taruna Poktekpel Sumbar dimulai dari 28 Mei sampai 27 Juli, lalu dilanjutkan dengan pengarahan umum 30 Juli, dan seleksi akademik 31 Juli.
Lalu dilanjutkan tes lainnya yaitu psikotes 1 Agustus, kesehatan 2 sampai 3 Agustus, kesamaptaan 6 Agustus, diteruskan dengan wawancara pada 7 sampai 8 Agustus.
Seterusnya rapat penentuan akhir pada 9 Agustus, pengumuman 10 Agustus, daftar ulang 13 sampai 17 Agustus, dan mulai belajar 20 Agustus.
Sebelumnya Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi meresmikan Politeknik Pelayaran Sumatera Barat (Sumbar) yang sebelumnya semenjak 2015 bernama Balai Pendidikan dan Pelatihan Ilmu Pelayaran (BP2IP) Kabupaten Padang Pariaman.
"Dengan diresmikan menjadi sekolah tinggi maka dapat meningkatkan kemampuan peserta didik," kata dia saat meresmikan Politeknik Pelayaran Sumbar di Kecamatan Ulakan Tapakis, Kabupaten Padang Pariaman, Jumat.
Ia mengatakan dengan meningkatnya kemampuan peserta didik tersebut maka lulusan pelayaran asal Indonesia semakin diminati oleh perusahaan internasional. (*)
Pewarta : Aadiyat Makruf Sabir
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
BKSDA Sumbar kaji dugaan pidana pendaki liar yang naiki Gunung Marapi
29 January 2025 18:49 WIB, 2025
Menko Perekonomian masih konsolidasi internal, belum ada agenda keluar
30 October 2019 5:48 WIB, 2019
Terpopuler - Kampus
Lihat Juga
Sri Meiyenti resmi raih gelar Doktor, angkat perspektif budaya dalam pencegahan stunting di Sumbar
03 February 2026 20:23 WIB
Unbrah gelar Promosi Bersanding dengan kampus ternama nasional dalam Edufair Bengkulu 2026
08 January 2026 6:23 WIB
Dosen Fikes Unbrah gelar Gencat Seni guna cegah stunting sejak remaja di SMAN 13 Padang
14 November 2025 11:43 WIB