Warga libatkan polisi dalam buru babi yang serang petani
Kamis, 19 April 2018 7:50 WIB
Buru babi
Mukomuko, Bengkulu, (Antara) - Para warga Desa Manunggal Jaya, Kabupaten Mukomuko, Provinsi Bengkulu berencana melibatkan aparat polisi resor setempat untuk memburu babi hutan yang menyerang seorang petani setempat hingga tewas.
"Warga di wilayah ini sudah ada rencana memburunya. Kami berencana melibatkan aparat kepolisian untuk memburu babi tersebut," kata Kepala Desa Manunggal Jaya Surya, saat dihubungi dari Mukomuko, Kamis.
Seorang petani dari Desa Manunggal Jaya, Kecamatan Ipuh tewas akibat diserang babi hutan yang masuk ke lahan perkebunan kelapa sawit di wilayah tersebut, Selasa (17/4) sore.
Ia menyatakan, warga di wilayah itu berencana memburu babi hutan tersebut agar tidak ada lagi warga lainnya menjadi korban serangan babi tersebut.
"Biasanya binatang yang telah menyerang manusia akan mengulangi perbuatannya," ujarnya pula.
Pihaknya melibatkan aparat kepolisian resor setempat untuk memburu babi hutan tersebut karena polisi memiliki senjata api untuk membunuh babi tersebut.
Dia berharap, babi hutan yang menyerang petani di wilayah itu bisa secepatnya dibunuh agar tidak mengganggu warga lainnya.
Menurutnya, setelah peristiwa itu sejumlah warga yang memiliki lahan perkebunan sawit dan karet di wilayah itu takut pergi ke kebun sawit dan karet pada pagi hari.
"Biasanya mereka berangkat ke kebun pada pagi hari. Sekarang ini mereka takut pergi ke kebun pada pagi hari," ujarnya lagi.(*)
"Warga di wilayah ini sudah ada rencana memburunya. Kami berencana melibatkan aparat kepolisian untuk memburu babi tersebut," kata Kepala Desa Manunggal Jaya Surya, saat dihubungi dari Mukomuko, Kamis.
Seorang petani dari Desa Manunggal Jaya, Kecamatan Ipuh tewas akibat diserang babi hutan yang masuk ke lahan perkebunan kelapa sawit di wilayah tersebut, Selasa (17/4) sore.
Ia menyatakan, warga di wilayah itu berencana memburu babi hutan tersebut agar tidak ada lagi warga lainnya menjadi korban serangan babi tersebut.
"Biasanya binatang yang telah menyerang manusia akan mengulangi perbuatannya," ujarnya pula.
Pihaknya melibatkan aparat kepolisian resor setempat untuk memburu babi hutan tersebut karena polisi memiliki senjata api untuk membunuh babi tersebut.
Dia berharap, babi hutan yang menyerang petani di wilayah itu bisa secepatnya dibunuh agar tidak mengganggu warga lainnya.
Menurutnya, setelah peristiwa itu sejumlah warga yang memiliki lahan perkebunan sawit dan karet di wilayah itu takut pergi ke kebun sawit dan karet pada pagi hari.
"Biasanya mereka berangkat ke kebun pada pagi hari. Sekarang ini mereka takut pergi ke kebun pada pagi hari," ujarnya lagi.(*)
Pewarta : Ferri Arianto
Editor : Hendra Agusta
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Operasi Damai Cartenz 2026 tangkap 28 orang diduga jaringan kelompok bersenjata
23 February 2026 13:20 WIB
Terpopuler - Regional
Lihat Juga
Tambahan TKD Rp108 miliar buat Kepulauan Mentawai. Wagub Vasko: Peluang percepatan pembangunan
07 March 2026 20:04 WIB
Personel Lanud Pangeran M Bun Yamin asah kemampuan melalui latihan aeromodeling
13 February 2026 18:37 WIB
Pesawat tempur Super Tucano dan F16 TNI AU uji coba pendaratan di jalan tol
11 February 2026 18:58 WIB
Truk pengangkut BBM pascaterbannya Jalan Lembah Anai ke jalur Sitinjau Lauik
07 February 2026 22:21 WIB