Akbar Faizal Ingin Menata Karir Politik
Jumat, 8 Februari 2013 13:35 WIB
Jakarta, (Antara) - Anggota DPR RI dari Fraksi Hanura Akbar Faizal menyatakan mundur dari anggota DPR RI, dan dari Partai Hanura, untuk menata karir politik ke depannya.
"Saya mundur dari anggota DPR RI dan dari Partai Hanura karena ingin melakukan kontemplasi," kata Akbar Faizal di Gedung MPR/DPR/DPD RI, Jakarta, Jumat.
Akbar Faizal mengatakan hal itu setelah menyampaikan surat pengunduran dirinya kepada pimpinan DPR RI, sedangkan sehari sebelumnya Akbar juga sudah menyampaikan surat pengunduran dirinya dari anggota Partai Hanura yang diterima ketua umumnya, Wiranto.
Menurut dia, dirinya merasa sangat jenuh sebagai anggota DPR RI yang sering melakukan perdebatan tidak substansial dan terjadi saling sandera di antara tiga pilar utama demokrasi yakni eksekutif, legislatif, dan yudikatif.
Situasi tersebut, diakui Akbar, yang membuat merasa sangat jenuh sebagai anggota DPR RI.
Apalagi, menurut dia, sebagian orang menilai DPR RI merupakan wilayah yang menyenangkan atau comport zone" sehingga banyak orang ingin menjadi anggota DPR RI.
"Saya pilih meninggalkan DPR yang sering dinilai orang 'comport zone', karena saya tidak ingin menjadi 'post power syndrome'. Setelah berusaha, ternyata saya bisa," katanya.
Akbar Faizal juga mengundurkan diri dari Partai Hanura yang sudah mengantarkannya sebagai anggota DPR RI periode 2009-2014.
Anggota Komisi II DPR RI menegaskan, dirinya mundur dari Partai Hanura sama sekali tidak ada maslah dengan partai yang telah membesarkannya tersebut.
Pada kesempatan tersebut, Akbar memuji kepemimpinan Wiranto sebagai Ketua Umum Partai Hanura.
Menurut dia, Wiranto adalah tipe pemimpin yang tangguh dan berjiwa negarawan.
"Saya banyak belajar dari Pak Wiranto bagaimana berkarir di dunia politik," kata mantan wartawan tersebut.
Akbar Faizal juga menegaskan, dirinya sama sekali tidak memiliki konflik dengan pengurus dan kader Partai Hanura.
Menurut dia, Partai Hanura berisi para politisi yang tangguh dan solid dengan integritas dan kinerja yang baik.
Namun, ia mengeluhkan meskipun Partai Hanura bersih tapi lembaga survei selalu menempatkan Partai Hanura dalam posisi terendah.
Ini yang membuat Akbar Faizal agak kecewa dengan hasil survei dan berusaha mencari kontemplasi.
Ketika ditanya, apakah dirinya akan pindah ke partai politik lain, ia mengatakan belum bisa menjawabnya sekarang. "Biarlah waktu yang akan menjawabnya," katanya.
Ketika didesak, apakah dia akan pindah ke Partai NasDem, satu-satunya partai politik politik baru yang menjadi peserta pemilu 2014, Akbar Faizal tidak menjawabnya. (*/sun)
Pewarta : 22
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Indonesia amankan satu tiket perempat final nomor ganda campuran lewat Hafiz/Gloria
26 November 2021 5:48 WIB, 2021
Ganda campuran Indonesia Hafiz/Gloria optimistis hadapi babak kedua lawan Gicquel/Delrue
12 March 2020 8:07 WIB, 2020
Ganda campuran Indonesia Hafiz/Gloria amankan tiket ke perempat final Thailand Masters
24 January 2020 5:47 WIB, 2020
Hafiz/Gloria akan bertemu Zheng/Huang di penyisihan BWF World Tour Finals
12 December 2019 8:51 WIB, 2019
Ganda campuran Indonesia Hafiz/Gloria lolos ke semifinal Hong Kong Open
15 November 2019 21:44 WIB, 2019
Terpopuler - Polhukam
Lihat Juga
Legislator: Percepat Pembangunan Gedung Rehabilitasi Pecandu Narkoba
08 January 2018 18:30 WIB, 2018
Kapolres Padang Pastikan Pilkada Jadi Prioritas Pengamanan Tahun Ini
06 January 2018 14:03 WIB, 2018
Demi Rp100 Juta, Tiga Kurir Ini Nekat Bawa 1,3 Ton Ganja dari Aceh ke Jakarta
04 January 2018 19:49 WIB, 2018
Kejari Pesisir Selatan Nyatakan Tidak Pernah Terima Tembusan Diversi Lakalantas
04 January 2018 17:53 WIB, 2018