Simpang Empat, Rapat Paripurna Istimewa DPRD Kabupaten Pasaman Barat (Pasbar) di Aula Kantor DPRD Padang Tujuh pada Sabtu (7/1) dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Pasbar ke-13 berjalan khidmat dan meriah.
Selain dihadiri oleh seluruh anggota DPRD Pasbar, Bupati Wakil
Bupati, Sekda juga dihadiri oleh banyak para pamong, tokoh pemekaran,
ormas, pemuda, ninik mamak, alim ulama, cadiak pandai dan bundo
kanduang.
Bahkan para tamu undangan yang datang dari perantuan dan
kabupaten/kota lainnya juga dihibur oleh artis ibu kota Jakarta yang
sengaja didatangkan saat HUT Pasbar ke-13 ini.
Rapat Paripurna Istimewa DPRD dipimpin oleh Ketua DPRD, Daliyus K
didampingi Wakil Ketua Edri Syahrinal dan Fetris Oktri Hardi.
Saat pembukaan Rapat Paripiurna Istimewa Daliyus K menceritakan
bagaimana beratnya perjuangan para elemen dalam upaya pemekaran Pasbar
dari Kabupaten tetangga Kabupaten Pasaman.
Usaha para berbagai pihak itu dalam rangka upaya pendekatan pelayanam kemasyarakat.
"Pada akhirnya pada 7 Januari 2004 akhirnya Pasbar dimekarkan dengan dipimpin oleh Pj. Bupati, Drs, Zambri," katanya.
Setelah itu dipimpim oleh Pj Bupati Sofyan dan setelah dilakukan
pemilihan dan dimenangkat oleh pasangan Syahiran-Risnawanto periode
2005-2010.
Selanjutnya periode 2010-2015 Pasbar dipimpin oleh pasangan
Baharuddin R-Syahrul Dt Marajo dan pada periode 2016-2021 Pasbar
dipimpin oleh Syahiran-Yulianto.
Di usia 13 ini, katanya Pasbar terus berbenah, bergerak cepat dan
gesit dalam upaya mensejajarkan diri dengan kabupaten/kota lainnya di
Sumbar.
Berbagai prestasi telah dicapai disegala bidang, kegiatan KeIslaman
cukup banyak dalam upaya peningkatan iman dan taqwa masyarakat.
"Tentu prestasi itu jangan membuat pemerintah daerah berpuas diri.
Masyarakat menunggu karya nyata pemerintah demi kesejahteraan," katanya.
Menurutnya, keberhasilan pemerintah daerah tidak terlepas dari
dukungan semua pihak termasuk DPRD dalam mengawal berbagai pembangunan
yang ada. Salah satunya adalah menerbitkan berbagai Peraturan Daerah
(Perda).(adv)