Simpang Empat, (Antara Sumbar) - Kepolisian Resor (Polres) Kabupaten Pasaman Barat, Sumatera Barat (Sumbar), mengingatkan masyarakat waspada terhadap kemungkinan peredaran uang palsu di daerah itu menjelang lebaran 1437 Hijriah.


         "Hingga saat ini kasus uang palsu memang belum ditemukan. Namun kita semua harus waspada," kata Kepala Polres Pasaman Barat, AKBP Djoko Ananto di Simpang Empat, Minggu.


         Ia menambahkan transaksi menjelang lebaran biasanya pasti meningkat terutama di pasar-pasar dan tempat keramaian atau objek wisata saat lebaran.


         Menurutnya, pedagang dan pembeli harus bisa memperhatikan seksama mana uang asli dan mana uang palsu. Jangan mudah tertipu dengan wujudnya saja tetapi lihat dan rasakan.


         Ia menerangkan, salah satu upaya yang dilakukan polisi adalah meningkatkan patroli melalui Kepolisian Sektor (polsek) di setiap pasar.


         "Kami akan terus memantau melalui patroli rutin yang terus dilakukan setiap saat," lanjut dia.


         Ia menjelaskan, pada umumnya sasaran para pengedar uang palsu adalah warung-warung kecil yang ada di perkampungan.


         Sebab, jika uang palsu tersebut diedarkan di toko atau minimarket akan cepat diketahui oleh para pedagang.


         "Sasaran peredarannya adalah pedagang kecil dengan pura-pura berbelanja atau menukarkan uang," ujarnya.


         Untuk itu, tambahnya, para pedagang diharapkan berhati-hati dengan melihat bentuk dan ciri-ciri kertas uang tersebut.


         Ia menjelaskan pihaknya mendirikan tiga posko pengamanan (pospam) dan sembilan posko pelayanan (posyan) selama lebaran 1437 Hijriah.


         "Khusus di dearah objek wisata kami juga siagakan personil melalui posyan yang didirikan bersama personil instansi lainnya," katanya.