Logo Header Antaranews Sumbar

Polisi sudah periksa 24 saksi kecelakaan kereta api di Bekasi Timur

Jumat, 1 Mei 2026 04:48 WIB
Image Print
Petugas mengamati gerbong KRL Commuterline dan KA Argo Bromo Anggrek relasi Gambir-Surabaya Pasar Turi pascakecelakaan di Stasiun Bekasi Timur, Bekasi, Jawa Barat, Selasa (28/4/2026). Menurut data KAI hingga pukul 08.45 WIB sebanyak 14 orang meninggal dunia dan 84 korban luka, akibat kecelakaan kereta api (KA) Argo Bromo Anggrek dengan KRL Commuterline. (ANTARA FOTO/Galih Pradipta/agr)

Jakarta (ANTARA) - Polisi telah memeriksa 24 orang saksi dalam kasus kecelakaan kereta api di perlintasan sebidang Ampera, Bekasi Timur.

Pemeriksaan dilakukan oleh Subdirektorat Keamanan Negara Direktorat Reserse Kriminal Umum (Subdit Kamneg Ditreskrimum) Polda Metro Jaya.

“Penyidik telah memeriksa 24 orang dan tujuh orang saat ini sedang dimintai keterangan di Pusdalopska 1 wilayah Manggarai,” kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Budi Hermanto di Jakarta Pusat, Kamis.

Tujuh orang yang sedang diperiksa tersebut adalah Kepala Pusat Pengendalian (Kapusdal), Pengatur Perjalanan Kereta Api (PPKA), petugas sinyal, masinis KRL Commuter, masinis KA Argo Bromo Anggrek, asisten masinis KA Argo Bromo Anggrek, dan pengendali.

“Proses permintaan keterangan masih berlangsung, kita tunggu bersama. Kami meyakini Polda Metro Jaya akan menangani perkara ini secara prosedural, profesional, dan akuntabel,” kata Budi.

Kecelakaan maut yang terjadi pada Senin (27/4) malam itu menewaskan 16 orang dan puluhan lainnya mengalami luka-luka.

Insiden tersebut dipicu oleh mogoknya taksi Green SM di tengah perlintasan sebidang akibat gangguan sistem kelistrikan. Kendaraan itu kemudian dihantam KRL yang melintas.

Akibat kecelakaan pertama, satu rangkaian KRL tujuan Cikarang berhenti darurat di Stasiun Bekasi Timur.

Dalam posisi berhenti tersebut, rangkaian KRL kemudian tertabrak dari belakang oleh KA Argo Bromo Anggrek.



Pewarta:
Uploader: Laras Robert
COPYRIGHT © ANTARA 2026