Pariaman, (Antara Sumbar) - Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kota Pariaman, Sumatera Barat, telah mendistribusikan soal Ujian Akhir Sekolah (UAS) bagi Sekolah Dasar penyelenggara ujian di kota itu.


     Kepala Disdikpora setempat, Kanderi, di Pariaman, Jumat, mengatakan soal UAS tiba di daerah itu pada Jumat pagi sekitar pukul 08.00 WIB dengan pengawasan oleh pihak provinsi dan aparat kepolisian.


     "Setelah menerima puluhan kotak naskah soal UAS tersebut langsung kita bagikan kepada pihak sekolah penyelenggara ujian di Kota Pariaman," kata dia.


     Ia meneruskan total ada 81 kotak naskah soal UAS yang dalam kondisi disegel, untuk dibagikan langsung kepada masing-masing satuan pendidikan.


     Setelah diserahkan kepada setiap satuan pendidikan, naskah soal UAS disimpan langsung oleh masing-masing sekolah.


     "Untuk naskah soal UAS sendiri tidak kita simpan di Mapolres karena sudah ada kesepakatan bersama dan hal tersebut juga tidak menyalahi prosedur yang telah ditetapkan," jelasnya.


     UAS Kota Pariaman sendiri akan diikuti oleh 1.802 peserta dari 32 sekolah penyelenggara dengan menggunakan 104 ruang ujian serta melibatkan sebanyak 208 pengawas dengan sistem silang murni.


     Terkait antisipasi musim hujan yang sedang terjadi di beberapa daerah, pihaknya telah memiliki rencana untuk memindahkan sekolah yang dianggap darurat banjir.


     "Untuk antisipasi kita akan pindahkan ke sekolah terdekat lainya, salah satu sekolah yang menjadi langganan banjir yaitu SDN 01 Pauh Kurai Tadji, Kecamatan Pariaman Selatan," ujarnya.


     Untuk mengantisipasi terjadinya musibah alam seperti banjir, pihaknya telah menyiagakan  SDN 13 Balai Kurai Tadji yang hanya puluhan meter dari sekolah tersebut.


     Sementara itu Tomi Tanbijo (36) salah seorang Wali murid di SDN 01 Pauh Kurai Tadji, membenarkan sekolah tersebut sangat rawan banjir terutama disaat musim penghujan tiba.


     "Pemerintah atau dinas terkait harus bisa mengantisipasi masalah banjir tersebut, selain bisa menganggu proses UAS, banjir juga bisa menghambat proses belajar mengajar pada hari biasa," ujarnya.


     Selain masalah banjir ia juga berharap pemerintah setempat dan instansi terkait agar mengutamakan keselamatan anak didik di sekitar lingkungan sekolah karena lokasi sekolah berbatasan langsung dengan jalan raya.


     "Kita khawatirkan anak-anak yang ingin menyeberang jalan tanpa ada pengawasan di jalan raya, karena di pagi hari laju kendaraan sangat padat dan kencang," katanya. (*)