Padang Panjang, (Antara) - Tiga pelajar Sekolah Lanjutan Tingkat Pertama (SLTP) di Kota Padang Panjang, Sumatera Barat (Sumbar) mengikuti Ujian Nasional (UN) susulan di kantor Dinas Pendidikan setempat karena tidak mengikuti UN utama yang digelar 4-7 Mei 2015.


Kepala Dinas Pendidikan Kota Padang Panjang Desmon, melalui Kepala Bidang SLTP/SLTA Herman, Rabu, mengatakan tiga pelajar tersebut mengikuti UN susulan dari 11-15 Mei, sebab pada UN utama tidak bisa hadir karena sakit yang dibuktikan dengan surat keterangan sah dari dokter.

Tiga pelajar tersebut kata dia, berasal dari SMPN 1 satu orang atas nama Nadia Faramadina, SMP Hikmah satu orang atas nama Alif Multahul dan SMPN 5 satu orang atas nama Adhila Melyndra.

Ia mengatakan, soal UN susulan sampai di Padang Panjang dua hari sebelum pelaksanaan UN susulan yang dikirim dari pihak provinsi dan prosesnya tetap sama seperti pada penyelenggaraan UN utama.

Namun untuk soal, kata dia, tidak sama dengan UN utama. Hal ini sebagai upaya preventif mengatasi kecurangan selama UN susulan.

"Kecurangan bisa saja terjadi kalau soal UN susulan sama dengan soal UN utama," katanya.

Pengawas pada pelaksanaan UN susulan itu, kata dia, berasal dari sekolah yang berbeda, sama dengan waktu pelaksanaan UN utama.

UN tingkat SLTP di Kota Padang Panjang berjalan lancar, aman dan tertib, dan tidak ada permasalahan yang berarti yang diikuti sebanyak 1.647 siswa. 

Jumlah itu tersebar di 18 sekolah baik itu swasta maupun negeri dan sebanyak 67 orang yang tersebar di empat sekolah bergabung mengikuti UN ke sekolah penyelenggara.

Wakil Wali Kota Padang Panjang Mawardi berharap pelaksanaan UN tahun ini bisa menghasilkan lulusan tingkat SLTP dengan nilai yang memuaskan.

"Mudah-mudahan peserta UN kita pada tahun ini bisa lulus 100 persen sesuai dengan target yang kita pasang, sehingga akan menjadi motivasi tersendiri bagi siswa, Pemkot dan orang tua kedepannya," katanya. (*)