KOTO TINGGI BISA JADI KOTA SATELIT
Kamis, 26 September 2013 15:00 WIB
Monumen Nasonal Bela Negara yang akan dibangun di Koto Tinggi, Kecamatan Gunung Omeh, Kabupaten Limapuluh Kota, merupakan rangkaian sejarah perjuangan mempertahankan kemerdekaan dari penjajah Kolonial Belanda oleh masyarakat Sumatera Barat. Setelah menempuh suatu proses, akhirnya Koto Tinggi, ditetapkan sebagai lokasi pembangunan monument tersebut. Sebelumnya calon lokasi pembangunan monumen termasuk Halaban, Kecamatan Lareh Sago Halaban.
Bagi Nagari Koto Tinggi, pembangunan Monumen Nasional Bela Negara tersebut, merupakan anugrah yang diraih masyarakat. Apalagi kawasan Koto Tinggi dan sekitarnya merupakan catatan sejarah yang sangat besar diluar pulau Jawa. Apalagi daerah itu salah satu kawasan strategis, masuk prioritas Pemerintah Kabupaten Limapuluh Kota, untuk dikembangkan.
Seperti diketahui, Sumatera Barat, pernah sebagai basis Pemerintah Darurat Republik Indonesia (PDRI) unntuk mempertahankan kemerdekaan yang dibentuk tahun 1948 sampai 13 Juli 1949 yang diketuai Mr.Sjafruddin Prawiranegara. Walau pemerintahannya dalam masa relatif singkat yang hanya selama tujuh bulan, namun mempunyai makna penting. Karena berlangsung ketika Presiden dan Wakil Presiden RI beserta anggota kabinet lainnya ditangkap Belanda. Dalam kondisi darurat seperti itu Pemerintah RI beserta angkatan bersenjatanya tetap tegak dan terus berjuang.
Wakil Bupati Limapuluh Kota, Asyirwan Yunus beberapa hari yang lalu menilai, keberadaan Monumen Nasional Bela Negara sangat penting artinya untuk mengenang perjuangan mempertahankan kemerdekaan dari penjajah Belanda. “Perjuangan singkat waktu itu telah mampu menanamkan kearifan sejarah mengenai arti pentingnya perjuangan dan kekuatan rakyat dalam kelangsungan hidup bangsa dan Negara,â€ujarnya.
Disebutkan, perjuangan tersebut, merupakan bukti sejarah, bahwa kemerdekaan nasional yang diproklamasikan 17 Agustus 1945 oleh Soekarno-Hatta, sebagai wakil bangsa Indonesia, mendapat dukungan, dipertahankan dan ditegakkan oleh seluruh rakyat Indonesia.
Dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Limapulluh Kota, kawasan Koto Tinggi merupakan salah satu kawasan strategis yang akan dikembangkan secara bertahap. Seiring dengan dibangunnya Monumen Nasional Bela Neggara di Koto Tinggi, diperkirakan kawasan tersebut akan semakin berkembang dan maju di kemudian hari.
Sebab katanya, selain membangun monumen bela Negara, yang berlokasi di Jorong Sungai Sirieh, diatas lahan seluas 20 hektare, juga akan diikuti dengan pembangunan berbagai fasilitas. Seperti pembangunan miniatur rumah adat seluruh Indonesia, sarana prasarana pariwisata dan pendidikan sejarah perjuangan serta hotel. Sehingga Koto Tinggi sebagai kawasan strategis, bukan tidak mungkin disatu saat nanti berkembang menjadi kota satelit.
Betapa tidak, pembangunan monumen yang akan dilakukan di lokasi Sungai Sirieh, didukung dengan ruas jalan yang memadai dari kabupaten tetanga, Agam dan Pasaman. Rencananya, seluruh dana pembanggunan beserta fasilitas dan jalan, akan dibiayai pemerintah pusat dan Propinsi Sumbar, sebagian dari APBD Limmapuluh Kota.(mko)
Pewarta : 127
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Nilai Indeks Daya Saing Daerah (IDSD) tinggi, Padang dapat penghargaan nasional
24 February 2026 18:23 WIB
Belasan rumah warga Agam terendam banjir akibat curah hujan tinggi (Video)
12 February 2026 4:32 WIB
Antusiasme tinggi, penjualan tiket KA masa libur Isra Mi'raj lebih 100 persen
19 January 2026 21:39 WIB
BPBD Agam pantau hulu sungai mengalir ke Danau Maninjau rawan banjir bandang
10 January 2026 9:17 WIB
Terpopuler - Liputan Khusus
Lihat Juga
Bupati Agam Terima Penghargaan Pembinaan Pengelolaan Dana Nagari Terbaik Tingkat Nasional
09 February 2018 18:08 WIB, 2018
Berkah HPN 2018 presiden revitalisasi saribu rumah gadang dan Pariangan
09 February 2018 17:08 WIB, 2018