Jokowi Janjikan Pangkas Sistem Perizinan
Minggu, 29 Juni 2014 5:32 WIB
Calon Presiden Joko Widodo (Jokowi). (Antara)
Surabaya, (Antara) - Calon Presiden Joko Widodo (Jokowi) berjaji akan memangkas sistem perizinan dengan tujuan untuk mempercepat proses birokrasi jika nanti terpilih menjadi Presiden Republik Indonesia mendatang.
"Saat ini yang sering dikeluhkan oleh pengusaha adalah proses perizinan yang cukup lama saat melakukan pengurusan sesuatu," katanya saat silahturahim pengusaha Jatim dengan calon Presiden RI Jokowi di Surabaya, Sabtu (28/6) malam.
Ia mencontohkan, untuk proses perizinan surat izin usaha membutuhkan waktu yang cukup lama, bahkan sampai beberapa hari dan ada yang sampai hitungan bulan.
"Sebenarnya, kalau proses perizinan tersebut bisa dilakukan dalam hitungan menit kenapa harus menunggu sampai lama? Itu yang harus dipangkas," katanya.
Ia mengatakan, bentuk pemangkasan yang dilakukan tersebut di antaranya dengan mengurangi tahapan dalam proses perizinan dan juga pengurangan intensitas tatap muka antara pengurus dengan petugas.
"Salah satunya dengan pemanfaatan teknologi seperti menggunakan sistem dalam jaringan supaya mengurangi pertemuan antara pengurus dengan petugas. Karena dengan pertemuan tersebut maka kemungkinan lamanya tahapan pengurusan izin sangat memungkinkan terjadi," katanya.
Oleh karena itu, pembangunan manusia sangat diperlukan untuk menghadapi permasalahan seperti lamanya pengurusan izin ini.
"Yang diperlukan oleh masyarakat saat ini bukanlah teori dan juga wacana, tetapi tindakan riil dan konkrit untuk mengatasi persoalan-persoalan yang terjadi di masyarakat," katanya.
Ia mengatakan, ke depan rakyat Indonesia ini harus bersaing dalam pasar bebas seperti AFTA dan juga AEC yang saat ini sudah berada di depan mata.
"Kalau kondisi seperti ini, apakah lamanya proses perizinan tersebut akan tetap dipelihara? Lalu, jadi seperti apa negara ini," katanya.
Ia mengatakan, selain terfokus pada dua persoalan tersebut, masih ada satu persoalan lagi yang harus diselesaikan yaitu perbaikan infrastruktur yang ada saat ini.
"Perbaikan infrastruktur seperti pelabuhan sangat diperlukan untuk membantu peningkatan perekonomian yang ada di Indonesia saat ini," katanya.
Ia mengatakan, selain perbaikan pelabuhan, infrastruktur lainnya yang perlu mendapatkan perhatian yaitu pembangunan jalur ganda rel kereta api.
"Karena bagaimanapun juga, sarana transportasi yang murah saat ini masih kereta api dan juga kapal. Dan itu yang harus diperhatikan," katanya.
Pada pemilihan Presiden 9 Juli 2014 ini diikuti oleh dua pasangan calon Presiden dan Wakil Presiden, masing-masing Prabowo Subianto-Hatta Rajasa dan pasangan Joko Widodo-Jusuf Kalla. (*/jno)
Pewarta : 172
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Pimpinan Kanwil Ditjenpas Sumbar berganti, Kunrat Kasmiri janjikan reformasi pelayanan
28 May 2025 20:45 WIB
Pelatih Real Madrid Ancelotti janjikan permainan intensitas tinggi lawan Arsenal
08 April 2025 14:47 WIB
Kanada janjikan bantuan kemanusiaan bagi Gaza dan Tepi Barat Rp792,7M
30 November 2024 14:31 WIB, 2024
Kejati Sumbar janjikan tuntutan maksimal untuk pengedar ganja 624 kilogram
18 October 2024 19:22 WIB, 2024
Terpopuler - Polhukam
Lihat Juga
Legislator: Percepat Pembangunan Gedung Rehabilitasi Pecandu Narkoba
08 January 2018 18:30 WIB, 2018
Kapolres Padang Pastikan Pilkada Jadi Prioritas Pengamanan Tahun Ini
06 January 2018 14:03 WIB, 2018
Demi Rp100 Juta, Tiga Kurir Ini Nekat Bawa 1,3 Ton Ganja dari Aceh ke Jakarta
04 January 2018 19:49 WIB, 2018
Kejari Pesisir Selatan Nyatakan Tidak Pernah Terima Tembusan Diversi Lakalantas
04 January 2018 17:53 WIB, 2018