
Tentara Mali Terlibat Baku Tembak Dengan Gerilyawan Tuareg

Gao, Mali, (Antara/Reuters) - Baku tembak meletus antara tentara Mali dan gerilyawan separatis (MNLA) di kota Kidal saat perdana menteri bertolak menuju kota itu, kata seorang penduduk dan seorang juru bicara MNLA. Perdana menteri baru Mali Moussa Mara akan segera mendarat di kota itu untuk pertama kali sejak pengangkatannyaa bulan lalu sementara ia berusaha menghidupkan kembali perundingan perdamaian yang lama tertunda dengan kelompok-kelompok bersenjata yang mengusahakan otonomi bagi satu wilayah Mali utara yang mereka namakan Azawad. Mali, satu bekas jajahan Prancis di Afrika Barat berpenduduk 16 juta jiwa dilanda kekacauan ketika para petempur kelompok Islam mengambil keuntungan dari pemberontakan yang dipimpin Tuareg dan menguasai wilayah utara negara itu. Pasukan Prancis mengusir gerilyawan Islam tahun lalu, pemilu diselenggarakan dan satu missi pemelihara perdamaian PBB digelar. Mara mengatakan di akun Twitter Sabtu ia berencana untuk pergi ke Kidal melalui kota Gao. "Pagi ini tentara menembaki barak-barak kami, Mereka adalah yang pertama melepaskan tembakan dan diarahkan pada posisi kami dan kami membalas," kata juru biciara MNLA Attaye Ag Mohamed di Kidal, yang berbicara saat baku tembak meletus. Satu sumber militer di Kidal yang tidak bersedia namanya disebutkan mengatakan tentara melepaskan tembakan peringatan dan tidak ditujukan ke lokasi MNLA. "Tidak ada pertempuran langsung antara kedua pihak, kendatipun situasi dapat meningkat," katanya. Penduduk Kidal Assikadaye Ag Waezagane mengonfirmasikan suara tembakan itu dan mengatakan setidaknya 100 pemrotes pro-kemerdekaan berkumpul di bandara sejak Jumat malam dan menduduki landas pacu. Sumber-sumber militer mengatakan sebuah pesawat yang membawa wakil-wakil pemerintah Bamako menjelang kunjungan Mara dicegah mendarat di Kidal, Jumat. (*/sun)
Pewarta: Inter
Editor: Inter
COPYRIGHT © ANTARA 2026
