Logo Header Antaranews Sumbar

Klinik di Mali yang Dikarantina Terkait Ebola Merawat 20 Tentara PBB

Kamis, 13 November 2014 15:14 WIB
Image Print

Bamako, (Antara/Reuters) - Klinik swasta di Mali yangdikarantina pada Selasa setelah seorang perawat yang bekerja di sana meninggal karena Ebola, kini sedang mengobati sekitar 20 tentara penjaga perdamaian PBB yang cedera. Misi PBB, Rabu, mengatakan tidak ada tentara yang menunjukkan tanda-tanda terpapar virus Ebola. Namun misi tidak menyebutkan dari negara mana saja para penjaga perdamaian PBB yang dirawat di klinik tersebut. Menurut laporan Reuters sebelumnya, seorang perawat berusia 25 tahun, yang merupakan kasus Ebola kedua di Mali, telah meninggal dunia, kata pemerintah melalui satu pernyataan, Rabu. Kasus di sebuah klinik kesehatan swasta di ibu kota, Bamako, itu tidak terkait dengan korban Ebola pertama Mali, yaitu seorang bocah perempuan berumur dua tahun dari Guinea yang meninggal bulan lalu. Sekelompok orang yang terkait dengan bocah tersebut telah menyelesaikan masa karantina mereka selama 21 hari pada Selasa, tetapi petugas kemanusiaan dan pemerintah sekarang harus melacak sejumlah orang baru yang melakukan kontak dengan perawat tersebut serta satu pria dari Guinea yang diyakini telah menulari sang perawat saat ia bepergian ke dan meninggal di Mali karena Ebola. Pemerintah mengatakan, semua langkah yang diperlukan untuk mengidentifikasi orang-orang yang melakukan kontak dengan perawat tersebut, yang meninggal pada Selasa malam, telah diambil. Pemerintah tidak mengatakan berapa banyak orang yang sedang ditelusuri namun mereka mengatakan sebuah klinik swasta dan rumah perawat itu telah dibersihkan dari kuman dan disegel. (*/jno)



Pewarta:
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026