
Dua Kelompok Gerilyawan Kolombia Umumkan Gencatan Senjata

Havana, Kuba, (Antara/Xinhua-OANA) - Dua kelompok gerilyawan Kolombia, Angkatan Bersenjata Revolusioner Kolombia (FARC) dan Tentara Pembebasan Nasional (ELN), telah menyepakati gencatan senjata sepihak delapan-hari berbarengan dengan pemilihan presiden 25 Mei. "Kami memerintahkan semua unit kami agar menghentikan setiap serangan militer terhadap Angkatan Bersenjata negara atau prasarana ekonomi, mulai pukul 00.00 pada Selasa, 20 Mei, sampai pukul 00.00 pada Rabu, 28 Mei," kata Juru Bicara FARC Ivan Marquez di Havana, Kuba. Di Ibu Kota Kuba itu, para pejabat FARC dan Pemerintah Kolombia merundingkan kesepakatan perdamaian. Marquez menggambarkan isyarat tersebut sebagai "secercah harapan" bagi gencatan senjata bilateral dan satu gagasan yang menanggapi tuntutan rakyat "yang layak didengar". Pernyataan itu, yang dibacakan kepada wartawan sebelum semua delegasi melanjutkan perundingan mereka secara tertutup, ditandatangani oleh pemimpin kedua kelompok gerilyawan tersebut, demikian laporan Xinhua --yang dipantau Antara di Jakarta, Sabtu malam. Itu adalah gencatan senjata sepihak ketiga yang diumumkan oleh FARC sejak pembicaraan perdamaian dimulai pada November 2012 guna mengakhiri setengah abad konflik bersenjata, dan untuk pertama kali sayap militer gerilyawan telah mengusulkan gencatan senjata sepihak gabungan. ELN sedang mempertimbangkan untuk memasuki pembicaraan perdamaian dengan pemerintah. Delegasi pemerintah di Havana, yang dipimpin oleh Humberto de la Calle, menolak untuk mengomentari pengumuman gerilyawan itu. Presiden Kolombia Juan Manuel Santos mencalonkan diri untuk berusaha terpilih kembali dengan landasan yang mencakup penengahan perdamaian dengan gerilyawan. (*/sun)
Pewarta: Inter
Editor: Inter
COPYRIGHT © ANTARA 2026
