
LPDB Gandeng BPR Syariah Salurkan Dana Bergulir

Jakarta, (Antara) - Lembaga Pengelola Dana Bergulir Koperasi Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (LPDB-KUMKM) menggandeng BPR Syariah yang tergabung dalam Asosiasi Bank Syariah Indonesia (Asbisindo) untuk memperluas penyaluran dana bergulir ke berbagai pelosok Tanah Air. Perjanjian kerja sama penyaluran pinjaman dana bergulir melalui BPR Syariah itu ditandatangani oleh Dirut LPDB-KUMKM Kemas Danial dan Ketua Asbisindo Yuslam Fauzi di Jakarta, Kamis. "Dalam perjanjian itu disebutkan penempatan dana bergulir LPDB-KUMKM pada BPRS anggota Asbisindo dilandasi oleh niat baik dan kesadaran yang tinggi guna ikut serta mengembangkan perekonomian daerah khususnya dan kemandirian bangsa pada umumnya," kata Kemas Danial. Untuk itu, kata dia, Asbisindo diharapkan dapat memberikan informasi dan rekomendasi kepada LPDB-KUMKM sehingga proses pembiayaan dapat berlangsung. Namun demikian, Kemas menekankan pihaknya tetap berhak untuk melakukan seleksi terhadap BPR Syariah calon penerima dana bergulir yang telah direkomendasikan oleh induk organisasinya, yaitu Asbisindo. Kemas Danial mengatakan pihaknya mendapat tugas untuk menyalurkan dana bergulir sebesar Rp2,650 triliun untuk tahun 2014 atau naik 37,57 persen dibanding tahun 2013 sebesar Rp1,926 triliun. Sejak beroperasi pada 2008 hingga kini LPDB-KUMKM telah menyalurkan pinjaman/pembiayaan sebesar Rp4,3 Triliun yang disalurkan kepada 2.903 Mitra di seluruh Indonesia. Kementerian Keuangan juga telah memberikan predikat BLU terbaik dalam pengelolaan dana dengan nilai skor 76,33 (A Baik), dan berhasil menggungguli penilaian atas kinerja BLU sejenisnya. Tetapi penyaluran dana bergulir kata Kemas Danial, belum sepenuhnya merata ke pelosok Tanah Air. Menurut dia selain faktor sarana yang masih terbatas juga lantaran LPDB-KUMKM masih berkantor di tingkat pusat, padahal kalangan KUMKM di daerah umumnya masih memiliki kinerja usaha yang rendah di samping informasi mengenai LPDB-KUMKM juga belum banyak terserap. "Itu sebabnya tahun ini kami melakukan program sosialisasi dana bergulir di 10 provinsi yang penyerapan dana bergulirnya masih rendah," ujarnya. (*/sun)
Pewarta: Inter
Editor: Inter
COPYRIGHT © ANTARA 2026
