
Calon Kuat Presiden Mesir Katakan Hadapi Dua Ancaman Pembunuhan

Kairo, (Antara/Reuters/AFP) - Abdel Fattah al-Sisi, mantan panglima militer Mesir yang diperkirakan memenangkan pemilihan presiden bulan ini, mengatakan dia telah menghadapi dua percobaan pembunuhan, katanya mengkonfirmasikan rumor plot untuk membunuh Jenderal yang menggulingkan Presiden Mohamed Moursi itu. Ditanya dalam satu wawancara televisi berapa banyak upaya pembunuhan yang telah ditemukan, Sisi mengatakan: "Ada dua upaya untuk membunuhku. Tetapi saya percaya pada takdir, saya tidak takut." tegasnya. Mantan kepala militer Mesir dan calon presiden terkemuka Abdel Fattah al-Sisi itu menegaskan, Ikhwaanul Muslimin pemimpin terguling Mohamed Moursi telah "tamat" di Mesir, dan tidak akan kembali jika dia terpilih. Setelah tentara yang dipimpin Sisi menggulingan Moursi Juli lalu, Ikhwanul Muslimin telah dilarang, para pemimpinnya ditangkap dan lebih dari 1.400 orang, sebagian besar pendukung Morsi, tewas dalam bentrokan-bentrokan protes. "Saya tidak menyelesaikannya, Anda rakyat Mesir yang menamatkannya," kata Sisi dalam wawancara TV pertama sejak mengumumkan pencalonannya, ketika ditanya apakah Ikhwanul telah "tamat." Ditanya apakah dia mengatakan (Ikhwanul Muslimin) tidak akan ada di bawah kepresidenannya, dia menjawab: "Ya." Sisi mengatakan, rakyat Mesir telah menolak ideologi kelompok dan tidak akan membiarkannya untuk kembali. (*/sun)
Pewarta: Inter
Editor: Inter
COPYRIGHT © ANTARA 2026
