Logo Header Antaranews Sumbar

Prancis akan Kirim Jet Tempur untuk Patroli Baltik Nato

Kamis, 24 April 2014 07:14 WIB
Image Print

Washington, AS, (Antara/AFP) - Empat jet tempur Prancisakan bergabung dengan patroli udara NATO di Baltik dimulai Minggu, kata Kepala Staf Pertahanan Prancis, Jenderal Pierre de Villiers, Rabu selama kunjungan ke Washington. Jenderal Villiers mengatakan, empat pesawat tempur , jet Mirage 2000 atau Rafale, akan terbang dari satu pangkalan di Polandia, di tengah kecemasan yang tumbuh di negara-negara Baltik atas intervensi Rusia di Ukraina. "Mereka akan berpartisipasi dalam misi kepolisian udara di atas negara-negara Baltik, dari Polandia," katanya kepada wartawan . Dalam tindakan "jaminan" lain, Prancis juga menggelar satu pesawat dengan radar peringatan dini AWACS untuk berpatroli di langit di atas Rumania, kata Jenderal. Amerika Serikat Selasa mengumumkan pihaknya sedang mengerahkan 600 prajurit angkatan udara untuk pelatihan di Polandia, Latvia, Lithuania dan Estonia untuk menunjukkan solidaritas kepada anggota NATO yang berbatasan dengan Rusia. Tetapi perwira Prancis mengatakan, para pemimpin politiknya tidak memerintahkan langkah-langkah lebih lanjut untuk mendukung anggota aliansi itu. "Untuk saat ini, bimbingan sangat jelas, kami tidak melampaui itu," katanya. Militer Prancis, yang mengawasi unsur angkatan darat NATO merespon pasukan sampai dengan 2014, akan siap untuk memperluas kehadiran di Eropa Timur seperti yang diperlukan, katanya menambahkan. Negara-negara Baltik, yang memperoleh kemerdekaan dari Uni Soviet pada tahun 1991, bergabung dengan NATO pada tahun 2004, tetapi tidak memiliki cukup pesawat untuk mengontrol langit mereka. Jadi besar anggota NATO bergiliran patroli wilayah udara mereka. Selama kunjungannya ke Washington , de Villiers bertemu dengan para pejabat Gedung Putih dan Kepala Staf Gabungan AS, Jenderal Martin Dempsey, untuk melakukan pembicaraan yang meninggung kerja sama militer di wilayah Sahel Afrika. (*/sun)



Pewarta:
Editor: Inter
COPYRIGHT © ANTARA 2026