
4 Siswi Nigeria Melarikan Diri dari Kelompok Penculik

Maiduguri, Nigeria, (Antara/AFP) - Sejumlah 14 siswi lagi dari mereka yang diculik gerilyawan Boko Haram di daerah Nigeria timur laut melarikan diri, dan sekarang tinggal 85 orang masih hilang setelah satu serangan yang memicu kemarahan masyarakat internasional, kata seorang pejabat. Penculikan massal yang belum pernah terjadi sebelumnya atas 129 pelajar putri dari daerah Chibok, negara bagian Borno itu termasuk di antara kejadian-kejadian paling mengejutkan yang dilakukan Boko Haram, satu kelompok garis keras yang dituduh melakukan pembunuhan ribuan orang sejak tahun 2009. "Saya dengan gembira mengatakan bahwa 14 siswi lagi telah melarikan diri dari para penculik mereka," jata komisioner pendidikan Borno Inua Kubo kepada wartawan. "Dengan perkembangan ini, kami telah menerima 44 dari 129 siswi yang diculik," katanya. Tidak segera jelas bagaimana caranya kelompok itu bisa melarikan diri, kendatiun Kubo mengatakan 11 orang ditemukan setelah lari ke satu kota di jalan Damboa yang menghubungkan Chibok dengan ibu kota Borno, Maiduguri. Mereka sejak itu dikirim ke desa-desa keluarga mereka, sementara tiga orang lainnya dipulangkan ke sekolah mereka di Chibok dan dirawat di sana, katanya. "Kami sangat mengharapkan kepulangan 85 siswi lainnya sementara pencarian yang intensif dan usaha penyelamatan terus dilakukan," kata Kubo. Semula siswi yang melarikan diri pada hari mereka diculik 15 April mengatakan kelompok gerilyawan itu membawa para sandera ke daerah Hutan Sambisa, Borno, tempat Boko Haram memiliki kamp-kamp yang dijaga ketat. Militer mengatakan pihaknya telah melakukan pencarian dan operasi penyelamatan, tetapi sejumlah warga di daerah itu mengatakan mereka kehilangan kepercayaan pada pasukan keamanan setelah kementerian pertahanan mengeluarkan satu laporan salah yang menyatakan bahwa sebagian besar para siswi itu selamat. Pernyataan itu, yang dikeluarkan Rabu malam, mengatakan semua kecuali delapan siswi yang diculik telah dibebaskan, tetapi juru bicara keamananan Chhris Olukolade dipaksa mencabut laporan Jumat karena tidak akurat. Boko Haram, yang namanya berarti "Pendidikan Barat dilarang", berulang-ulang menyerang sekolah-sekolah dalam lima tahun pemberontakan, termasuk pemenggalan kepala para siswa yang sedang tidur. Serangan ke sekolah putri itu terjadi hanya beberapa jam setelah satu ledakan bom di satu terminal bus di pinggiran Abuja yang menewaskan 75 orang, serangan paling banyak menelan korban jiwa di ibu kota itu. Presiden Goodluck Jonathan melakukan rapat mendadak dengan dewan keamanan nasional yang dipimpinnya Kamis untuk membahas aksi kekerasan terbaru itu, dengan satu pertemuan lainnya akan diselenggarakan pekan depan. (*/sun)
Pewarta: Inter
Editor: Inter
COPYRIGHT © ANTARA 2026
