Logo Header Antaranews Sumbar

BEM-KM Unand Upayakan Mahasiswa Ikut Pemilu

Rabu, 2 April 2014 15:00 WIB
Image Print

Padang, (Antara) - Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM-KM) Universitas Andalas (Unand) Padang mengupayakan agar mahasiswa, terutama yang berasal dari luar kota, tetap ikut serta dalam pemilu pada 9 April 2014. "Hingga pelaksanaan seminggu ke depan, BEM Unand akan berupaya terus berkoordinasi dengan KPUD Padang. Apabila ini gagal, maka langkah terakhir yakni mengimbau seluruh mahasiswa untuk memilih dengan menggunakan KTP pada TPS terdekat tempat tinggal masing-masing," kata Presiden BEM-KM Unand Muhammad Taufik di Padang, Rabu. Dia mengatakan sejak tahun lalu BEM-KM Unand telah menghubungi KPUD Sumatera Barat dan Padang untuk datang memberikan sosialisasi dan tata cara memilih untuk pemilu 9 April 2014, terutama bagi pemilih mahasiswa yang berasal dari luar kota Padang. Akan tetapi, katanya, pihak KPU baru memberikan jawaban beberapa hari lalu. Dalam surat yang diberikan atas nama ketua KPU Padang ini, menyebutkan bahwa mahasiswa akan dapat memilih menggunakan form A-5 dengan catatan dengan mengumpulkan KTP dan Kartu Mahasiswa paling lambat 3 April 2014. Menurutnya, ini menjadi suatu kesulitan bagi BEM-KM untuk mengumpulkan KTP dan Kartu Mahasiswa sebab selain waktu yang sempit, masa ujian juga menjadi faktor penghalang lain. Mengingat, katanya, pada minggu ini seluruh mahasiswa Unand sedang mengikuti ujian Mid Semeter genap. "BEM-KM Unand menawarkan agar KPU membuka stand langsung di Unand sehingga memudahkan mahasiswa berpartisipasi dalam memilih, namun hal ini ditolak," katanya. Sejauh ini, katanya, BEM-KM unand telah berinisiatif untuk melakukan sosialisasi dan pengajaran pemilu melalui berbagai media dan jaringan sosial. Meskipun begitu, imbuhnya, hal ini tidak akan cukup untuk meyakinkan mahasiswa untuk memilih. Sebagai gambaran pada pemilihan internal universitas pada Maret lalu, dari 20.000 DPT mahasiswa Unand hanya 25 persen yang memilih. "Apabila ini terjadi pada pemilu mendatang ditambah dengan rumitnya pendaftaran pemilih bukan tidak mungkin mahasiswa Unand akan banyak yang golput," katanya. Untuk itu, katanya, dukungan dari pimpinan Unand dan segenap panitia pemilu ini yang dapat menghindarkan golput tersebut. (*/den)



Pewarta:
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026