
Pengamat: Makin Banyak Tokoh Minati DPD RI

Jakarta, (Antara) - Pengamat politik Muhammad Qodari menilai makin banyaknya tokoh nama besar yang menjadi calon anggota DPD RI menunjukkan lembaga negara tersebut makin populer dan diminati. "Daya tarik DPD RI salah satunya adalah makin menguatnya kewenangan lembaga tersebut menyusul putusan MK (Mahkamah Konstitusi) yang mengabulkan permohoan uji materi dari DPD RI," kata Muhammad Qogari pada diskusi Dialog Kenegaraan "Pemilu 2014: Perang Tokoh Calon Senator" di Gedung MPR/DPR/DPD RI Jakarta, Rabu. Menurut dia, putusan MK tersebut memberikan kewenangan kepada DPD RI untuk ikut bersama-sama DPR RI membahas rancangan undang-undang (RUU) terkait dengan otonomo daerah serta dana perimbangan keuangan daerah. Mengungatnya kewenangan DPD RI ini, kata dia, menjadi daya tarik sejumlah tokoh sehingga mendaftarkan diri sebagai calon anggota DPD RI. Direktur Eksekutif Indo Barometer ini menjelaskan, jika mencermati dari jumlah anggota DPD RI di tiap provinsi pada 2009 dan 2014, ada kecenderungan mengalami peningkatan. Ia mencontohkan, di provinsi Papua pada 2009 ada 30 calon dan pada 2014 ada 62 calon, di Provinsi Jawa Timur pada 2009 ada 31 calon dan pada 2014 ada 40 calon, serta di Provinsi Jawa Tengah pada 2009 ada 26 calon dan pada 2014 ada 36 calon. Jika mencermati nama-nama calon anggota DPD RI di tiap provinsi, katanya, ada nama-nama besar dan populer sehingga persaingan calon anggota DPD RI akan semakin ketat. Dia mencontohkan, Ketua MPR RI Sidarto Danusubroto menjadi calon anggota DPD RI dari Provinsi DI Yogyakarta dan mantan Sekjen PDI Perjuangan Sabam Sirait menjadi calon anggota DPD RI dari Provinsi DKI Jakarta. Calon anggota DPD RI lainnya antara lain, AM Fatwa (DKI Jakarta), Gusti Kanjeng Ratu Hemas (DI Yogyakarta), Gede Pasek Suardika (Provinsi Bali), dan Jefry Geofani (Sumatera Barat) "Saya berharap dengan semakin banyaknya nama besar yang menjadi calon anggota DPD RI, maka kinerja DPD RI periode 2014-2019 akan semakin baik," katanya. Qodari juga menyoroti, kinerja DPD RI selama dua periode ini masih kurang baik karena masih ada kesenjangan wawasan dan kemampuan di antara anggotanya. "Aada yang anggota yang merupakan tokoh dan memiliki pengalaman serta ada juga anggota yang teripilih karena popularitas keluarganya tapi kinerjanya masih lemah," katanya. Ia mengusulkan agar kinerja DPD RI 2014-2019 menjadi lebih baik, maka anggota DPD Ri terpilih diberikan pembekalan pembangunan kapasitas terhadap masing-masing anggota.(*/sun)
Pewarta: Inter
Editor: Inter
COPYRIGHT © ANTARA 2026
