
KM Sabuk Nusantara Resmi Beroperasi Jelajahi Mentawai

Padang, (Antara) - Kapal Perintis KM Sabuk Nusantara 37 resmi beroperasi menjelajahi dan menjangkau daerah terpencil Kepulauan Mentawai, yang merupakan pulau terluar di Sumatera Barat. "Kapal perintis ini rutenya Teluk Bayur-Mentawai, Panasahan Painan, diharapkan dapat membangkitkan perekonomian baru khususnya di Kepulauan Mentawai sebagai pulau terluar," kata Wakil Menteri Perhubungan RI Bambang Susantono pada peresmian pengoperasian KM Sabuk Nusantara 37 di Teluk Bayur, Rabu. Ia mengatakan, wilayah Indonesia terdiri dari banyak pulau, ada laut, sehingga perlu jejaring yang dapat menghubungkannya. Yang juga penting adalah interaksi dimensi sosial dan budaya dari Sabang sampai Merauke. Keberadaan kapal perintis dimaksudkan menjaga Nusantara dari kesatuan yang utuh, maka penting menjangkau daerah yang paling terpencil. Kapal itu berkapasitas 50 ton barang, delapan penumpang kelas satu, 16 orang kelas dua dan kelas ekonomi 376 orang, dioperasikan oleh 36 oeang anak buah kapal (ABK). Wamenhub berharap pengoperasian kapal yang dibiayai dengan anggaran senilai Rp48,5 miliar itu, dapat menelusuri dan memperlancar lalu lintas orang dan barang antarpulau-pulau yang ada di Mentawai. "Kami mengajak semua pihak untuk menjaga dan merawat supaya keberadaan kapal tersebut betul-betul memberi manfaat terhadap kepentingan masyarakat daerah yang terisolir," ujarnya. Dalam kegiatan peresmian itu, turut hadir Wakil Gubernur Sumbar Muslim Kasim, Komandan Lantamal II Teluk Bayur, Sekretaris Dirjen Laut, Erwin Rosmeli, Bupati Kepulauan Mentawai Yudas Sibaggalet, Manejer Pelindo II. Wagub Sumbar berharap kehadiran KM Sabuk Nusantara 37 yang melayani rute Teluk Bayur, Panasahan Painan, Kepulauan Mentawai, dapat memacu destinasi laut yang ada di pulau terluar itu. Jadi, secara bertahap dapat membuka daerah yang terisolir di Mentawai dan dapat memperlancar lalu lintas laut, angkutan barang, penumpang sehingga lebih nyaman dalam perjalanan. "Kehadiran kapal perintis juga sebagai perekat persatuan dan kesatuan bangsa, karena pulau yang terisolir dapat dilalui, hubungan laut lancar. Hal ini merupakan realisasi program pemerintah pusat kepada pemerintah daerah," katanya. Jadi, diharapkan terjadi perubahan dan berdampak terhadap lonjakan kunjungan wisatawan, karena Mentawai dikenal dengan potensi wisata bahari dengan ombak untuk selancar terbaik nomor dua di dunia. Sekretaris Dirjen Laut Erwin Romeli menyampaikan, KM Sabuk Nusantara 37 peruntukannya membuka akses baru, sehingga mendorong berkembangnya daerah terpencil. Ia menjelaskan, sumber dana dari DIPA tahun anggaran 2012 dan 2013 di Kementerian Perhubungan yang pembangunannya di galangan PT Daya Radar Utama, Jakarta. Kapal perintis itu, ukuran panjang keseluruhan 62,80 meter dan lebar 12 meter, dengan kecepatan 12 knots. (*/sir/jno)
Pewarta:
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
