Logo Header Antaranews Sumbar

Bung Hatta Negarawan yang Menghargai Perbedaan

Senin, 17 Maret 2014 16:51 WIB
Image Print

Padang, (Antara) - Tokoh Nasional Prof Dr Mahfud MD menyatakan Bung Hatta merupakan seorang negarawan yang menghargai perbedaan dan demokrat tulen. Hal ini disampaikan mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) itu, saat memberikan kuliah umum di depan 300-an mahasiswa dan dosen Universitas Bung Hatta (UBH) Padang, Senin. Ia mengatakan, sejarah telah mencatat banyak peranan Bung Hatta mengenai kebangsaan dengan menuangkan gagasannya dalam pembentukan konstitusi bersama tokoh-tokoh pendiri bangsa ini. Setelah kemerdekaan, pada 18 Agustus 1945 Bung Hatta menyampaikan hal-hal penting dalam penyusunan konstitusi negara ini dengan menghapuskan kata-kata Islam dalam UUD 1945 yang masih digunakan saat ini. Pada saat penyusunan UUD pada butir pertama yang berisi kewajiban menjalankan Syariat Islam bagi pemeluknya, diganti menjadi Ketuhanan Yang Maha Esa. "Meskipun kala itu banyak menuai perdebatan dari berbagai kalangan, Bung Hatta tetap pada pendiriannya. Tapi, perlu di ingat Bung Hatta bukan anti Islam," katanya. Selain itu, Bung Hatta merupakan tokoh yang luar biasa, seorang anak bangsa yang memiliki visi bagus jauh ke depan, dilahirkan di Minangkabau yang kuat akan agama Islamnya. Justru dengan demikian, membuktikan Bung Hatta itu dapat menerima perbedaan. "Dalam buku Bung Hatta Di Sekitar Proklamasi menuliskan Bung Hatta berjuang untuk Indonesia, hanya dengan kata Islam akan pecah. Bung Hatta melakukan demi kebangsaan Indonesia yang menjadikan masyarakat madani tanpa saling membedakan, tapi saling toleran terhadap sesama," katanya. Ia mengatakan, melihat bangsa saat ini, pahamnya masyarakat Indonesia sudah madani, namum sayangnya ketika praktik dan kenyataannya masih jauh dari harapan. Rektor Universitas Bung Hatta Prof Dr Niki Lukviarman mengatakan kuliah umum ini dalam rangka memperingati Dies Natalis ke-33 UBH, sekaligus dalam rangkaian Bung Hatta Memorial Lecture Series yang menghadirkan tokoh-tokoh besar nasional untuk dapat berbagi pengalaman, pemahaman dan pandangan kepada mahasiswa. Sudah banyak tokoh-tokoh nasional yang diundang ke kampus proklamator itu agar dapat menjadi inspirasi dan dapat menambah wawasan bagi mahasiswa dan dosen. Jadi, ke depan rencananya sejumlah tokoh nasional akan diundang, termasuk penggagas Gerakan Indonesia Mengajar yaitu Anies Baswedan. Ia juga berharap dengan kuliah umum dapat menjadikan seorang yang memiliki tauladan seperti Bung Hatta yaitu jujur, santun, dan sederhana dalam menyongsong Indonesia yang lebih baik lagi. Dalam sesi diskusi kuliah umum dimoderatori langsung oleh Rektor UBH, karena memfasilitasi penanya tentang pemaparan yang disampaikan Mahfud MD mengenai Bung Hatta dan Paham Kebangsaan Indonesia Menuju Masyarakat Madani. (*/sir/jno)



Pewarta:
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026