
Saham Tokyo Dibuka Turun 0,51 Persen

Tokyo, (Antara/AFP) - Bursa saham Tokyo dibuka 0,51 persen lebih rendah pada Senin karena investor khawatir atas situasi di Ukraina setelah Krimea menyuarakan untuk bergabung dengan Rusia dalam referendum yang ditolak oleh Amerika Serikat dan Uni Eropa. Indeks Nikkei 225, yang kehilangan 3,30 persen pada Jumat, turun 73,34 poin menjadi 14.254,32 di awal perdagangan. "Suara Krimea benar-benar tidak terduga, tapi tidak melakukan apapun untuk meredakan ketegangan geopolitik di wilayah tersebut, di mana akan terus membebani pasar ekuitas global untuk saat ini," kata manajer umum ekuitas SMBC Nikko Securities Hiroichi Nishi. Investor juga akan mengamati data ekonomi China serta pertemuan kebijakan Federal Reserve AS pada Selasa dan Rabu. Hasil parsial dengan lebih dari setengah suara yang sudah dihitung di Krimea menunjukkan 95,5 persen pemilih mendukung meninggalkan Ukraina, yang paling radikal menggambarkan kembali peta Eropa sejak deklarasi kemerdekaan Kosovo 2008 dari Serbia. Presiden AS Barack Obama mengisyaratkan kemungkinan sanksi tambahan pada Rusia, memperingatkan rekannya Rusia Vladimir Putin bahwa Amerika Serikat dan sekutu-sekutunya "tidak pernah" akan mengakui Krimea yang memisahkan diri. Dan Uni Eropa semakin memperlebar sanksi terhadap Moskow. Sementara itu Yen, yang dianggap sebagai tempat berlindung yang aman di masa ketidakpastian, baru-baru ini menguat terhadap dolar dan euro karena ketegangan internasional atas Krimea . Dolar berada di posisi 101,41 yen pada Senin dini hari dibandingkan dengan 101,36 yen di New York Jumat sore. Sedangkan euro dibeli 1,3904 dolar dan 141,02 yen dibanding 1,3906 dolar dan 140,73 yen di perdagangan AS. (*/sun)
Pewarta: Inter
Editor: Inter
COPYRIGHT © ANTARA 2026
