Logo Header Antaranews Sumbar

Harga Minyak Berbalik Menguat di Asia

Kamis, 13 Maret 2014 14:06 WIB
Image Print
Ilustrasi. (Antara)

Singapura, (Antara/AFP) - Harga minyak berbalik menguat (rebound) di perdagangan Asia Kamis, karena investor mengambil bargain hunting setelah penurunan tajam yang disebabkan oleh kenaikan dalam stok minyak mentah AS yang lebih besar dari perkiraan. Kontrak utama New York, West Texas Intermediate untuk pengiriman April naik 13 sen menjadi 98,12 dolar dalam perdagangan siang dan minyak mentah Laut Utara Brent untuk penyerahan April naik 29 sen menjadi 108,31 dolar. "Perdagangan relatif diredam terutama karena aksi bargain hunting," kata Tan Chee Tat, analis investasi pada Phillip Futures di Singapura kepada AFP . Harga minyak turun pada Rabu, setelah Departemen Energi AS (DoE) mengatakan persediaan minyak mentah naik untuk minggu ke delapan berturut-turut. Tapi, sementara diantisipasi, meningkat 6,2 juta barel menjadi 370 juta pada pekan yang berakhir 7 Maret, lebih dari tiga kali lipat yang diprediksi oleh analis dua juta barel. Suatu lonjakan persediaan merupakan indikasi permintaan minyak mentah melemah di konsumen minyak terbesar dunia dan berdampak pada harga. Pengumuman DoE tentang sebuah test sale hingga lima juta barel minyak mentah dari Strategic Petroleum Reserve negara tersebut juga memukul harga. Test sale, di mana diminta oleh undang-undang, dilakukan secara berkala untuk mengevaluasi bagaimana sistem cadangan bekerja. Tan mengatakan penjualan pasti akan membebani harga minyak mentah tapi mencatat bahwa itu hanya dirilis satu kali dan tidak akan mempengaruhi pasar untuk jangka panjang. Terakhir kali AS merilis cadangan pada 2011, dalam suatu upaya terkoordinasi dengan Badan Energi Internasional dalam menanggapi gangguan pasokan global selama krisis Libya. (*/jno)



Pewarta:
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026