
MS Kaban Ambil Hikmah Pencekalan KPK

Banjarmasin, (Antara) - Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Partai Bulan Bintang Malam Sambat (MS) Kaban akan mengambil hikmah atas pencekalan dirinya ke luar negeri oleh Komisi Pemberantasan Korupsi. "Saya ambil hikmah saja dari pencekalan KPK tersebut," tandas mantan Menteri Kehutanan (Menhut) itu sesaat menjelang kembali ke Jakarta, Kamis. Baginya, pencekalan itu membuat dirinya bisa lebih fokus terhadap partai, apalagi kini sedang sibuk menghadapi Pemilihan Umum (Pemilu) 2014, sehingga perlu berada di dalam negeri. Mengenai dugaan korupsi atas proyek yang ada di Kementerian Kehutanan (Kemenhut), dia mempersilakan KPK bekerja sesuai tugas dan tanggung jawab yang mereka emban. "Kita berkeyakinan, dalam melaksanakan tugas dan tanggung jawab itu, KPK akan profesional dan proporsional. Karena profesionalisme dan sikap proporsional merupakan salah satu pertaruhan citra KPK," tambahnya. Namun pria kelahiran Binjai, Sumatera Utara 5 Agustus 1958 yang melakukan gebrakan kayu ilegal (illegal loging) saat menjadi Menhut itu juga optimistis akan lolos dari jerat hukum. "Masak saya yang tidak tahu persoalannya, apalagi menikmati duitnya, maka saya yang harus bertanggung jawab, itu kan aneh. Tapi biarkan KPK melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya," tandasnya. Dalam kasus dugaan korupsi yang mencapai miliaran rupiah di Kemenhut, MS Kaban yang juga Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Bulan Bintang (PBB) itu sudah sembilan kali mendapat panggilan KPK. "Saya kira panggilan KPK itu tak masalah sebagai salah satu upaya mengungkap kebenaran serta penegakan kepastian hukum. Saya pun akan tetap bersikap koperatif," tandasnya. MS Kaban berada di Banjarmasin menghadiri Rapat Koordinasi PBB Kalsel, serta deklarasi/ikrar calon anggota legislatif (caleg) dari parpop tersebut, untuk tidak melakukan "money Politics" (politik uang) pada Pemilu 2014. (*/sun)
Pewarta: Inter
Editor: Inter
COPYRIGHT © ANTARA 2026
