Logo Header Antaranews Sumbar

Dino Prihatin Rel Hanya Melimpah di Jawa

Kamis, 6 Maret 2014 07:36 WIB
Image Print
Dino Patti Djalal

Jakarta, (Antara) - Mantan Duta Besar Indonesia untuk Amerika Serikat Dino Patti Djalal menyampaikan rasa prihatinnya atas keberadaan rel kereta api yang hanya melimpah di Pulau Jawa, sedangkan di pulau-pulau lain hampir tidak ada. "Infrastruktur kita memang masih rendah, keberadaan rel kereta api misalnya hanya melimpah di Pulau Jawa saja, sedangkan di pulau-pulau lain tidak ada," kata Dino dalam Debat Bernegara antara 11 peserta Konvensi Calon Presiden di Partai Demokrat di Makassar, Rabu (5/3) malam. Dino, yang juga merupakan salah satu peserta Konvensi Capres Partai Demokrat mengatakan bahwa di pulau-pulau lain yang wilayahnya besar dan membutuhkan ketersediaan moda kereta api tidak memiliki dukungan infrastruktur. "Di Sumatera ada sedikit, tetapi tidak ada rel kereta trans-Sumatera. Sementara di Sulawesi, Kalimantan, Papua dan pulau-pulau lain tidak ada sama sekali," katanya. Redistribusi pembangunan infrastruktur yang merata di seluruh Indonesia, kata Dino, selama sedikitnya 10 tahun terakhir memang terhambat utamanya karena faktor anggaran. Oleh karena itu ia menawarkan agar pemerintahan lebih banyak menempuh model kerja sama pembiayaan swasta-pemerintah atau "public-government cooperation". "Tantangan anggaran infrastruktur bisa diatasi salah satunya dengan memanfaatkan dana swasta lewat public-government cooperation," ujarnya. Ia mencontohkan untuk potensi panas bumi di Indonesia yang sangat besar, namun belum termanfaatkan dengan baik karena investor sulit masuk. Dino menilai seharusnya peraturan dan pembukaan investasi dapat lebih dipermudah. "Itu mewakili dimensi lain dari persoalan redistribusi, selain anggaran adalah soal semangat," katanya. Dino menuturkan di Indonesia saat ini sedikitnya terdapat sekira 54 juta unit usaha mikro kecil dan menengah (UMKM). "Akan tetapi 98,4 persen di antaranya itu masih mikro, dan mereka sulit untuk dapat tumbuh naik kelas ke golongan kecil dan menengah misalnya," ujar dia. "Indonesia harus bisa menjadi negara yang menyediakan kemudahan dalam hal membuka dan memperbesar usaha," katanya menambahkan. Dino merupakan salah satu dari 11 peserta Konvensi Capres Partai Demokrat yang mengikuti Debat Bernegara di Makassar. Dino tergabung pada sesi kedua, bersama dengan Ali Masykur Musa, Dahlan Iskan, Endriartono Sutarto, Hayono Isman dan Sinyo Harry Sarundajang. Sementara di sesi pertama menampilkan debat antara Anies Baswedan, Gita Wirjawan, Pramono Edhie Wibowo, Irman Gusman dan Marzukie Alie. (*/sun)



Pewarta:
Editor: Inter
COPYRIGHT © ANTARA 2026