Logo Header Antaranews Sumbar

Pariaman-Bangladesh Jalin Kemitraan Garap Potensi Wisata

Minggu, 2 Maret 2014 23:59 WIB
Image Print
Kameramen salah satu production house (PH) asal Dhaka, Bangladesh melakukan persiapan jelang pengambilan gambar pementasan tari Hoyak Tabuik di Pantai Gandoriah, Pariaman, Sumbar, Minggu (2/3).

Pariaman, (Antara Sumbar) - Pemerintah Kota Pariaman, Sumatera Barat menjalin kemitraan dengan salah satu production house (PH) asal Dhaka, Bangladesh guna membuka peluang promosi wisata di negara itu."Sejauh ini, potensi wisata Sumatera Barat, apalagi Pariaman, tidak begitu dikenal oleh warga sana (Bangladesh). Padahal pasar pelancong asal Bangladesh sangat potensial untuk ditangkap," kata Wakil Wali Kota Pariaman Genius Umar di Pariaman, Minggu.Dia menjelaskan, upaya kemitraan dengan salah satu PH asal Dhaka tersebut dilakukan guna memperkenalkan potensi wisata Kota Tabuik itu melalui pembuatan film dokumenter."Di antaranya, dokumentasi tentang potensi wisata pulau, budaya hoyak tabuik, kuliner dan kerajinan khas Pariaman, serta potensi pusat penangkaran penyu di Mangguang," katanya.Dia menerangkan, pihak PH asal Dhaka tersebut direncanakan akan berada di Pariaman selama empat hari, mulai Sabtu (1/3) hingga Selasa (4/3) depan.Menurut Genius, Bangladesh merupakan pasar potensial pengembangan wisata Kota Pariaman ke depan. "Dari 170 juta penduduknya (Bangladesh), 30 persen, atau sekitar 40 juta lebihnya adalah keluarga kelas menengah. Dan mereka, adalah keluarga yang memiliki kemampuan ekonomi yang kuat untuk pergi berwisata ke luar negeri," katanya.Sejauh ini, kata dia, para pelancong potensial tersebut telah digarap Malaysia. Setiap tahunnya, lanjut dia, jutaan warga Bangladesh telah tercatat sebagai pelancong di Negeri Jiran tersebut."Itu potensi besar untuk kita (Sumatera Barat), yang jarak tempuh penerbangannya hanya sekitar 1 jam dari sana (Kuala Lumpur, Malaysia)," katanya.Genius optimistis, ke depan, potensi tersebut bisa secepatnya ditangkap oleh Sumatera Barat. Karena menurutnya, masih sedikitnya jumlah pelancong asal Bangladesh yang bertandang ke Sumatera Barat hanyalah karena faktor belum dikenalnya Sumatera Barat, apalagi Pariaman, oleh warga negara di sana."Ke depan, ketidakdikenalan inilah yang akan kita hilangkan. Dengan kemitraan ini, saya optimistis potensi wisata Pariaman, dan Sumatera barat pada umumnya akan mulai dilirik Bangladesh," katanya. (aan)



Pewarta:
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026