
Harga Minyak Turun Jelang Testimoni Yellen

Singapura, (Antara/AFP) - Harga minyak turun di perdagangan Asia Kamis karena investor menunggu kesaksian oleh kepala bank sentral AS sebagai petunjuk baru mengenai keadaan ekonomi terbesar dunia tersebut, kata para analis. Kontrak utama New York, minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman April turun 23 sen menjadi 102,36 dolar pada pertengahan perdagangan pagi di Asia, sementara minyak mentah Brent North Sea untuk penyerahan April 15 sen lebih rendah di posisi 109,37 dolar AS. Ketua The Fed Janet Yellen akan memberikan kesaksian kepada Komite Perbankan Senat Kamis ini. Pasar ekuitas serta harga minyak di mana didorong setelah testimoni perdana Yellen kepada dewan perwakilan rakyat pada 11 Februari lalu ketika dia mengatakan bank akan terus melanjutkan beberapa kebijakan yang ramah pasar, suku bunga rendah. "Pasar mengharapkan dia tetap percaya diri," kata Desmond Chua, analis pasar pada CMC Markets di Singapura kepada AFP . Chua mengatakan investor mengantisipasi Yellen akan mengulangi pernyataannya bahwa Fed akan terus melakukan pengurangan kembali program stimulus besar-besaran kecuali kondisi ekonomi memburuk secara signifikan. Yellen akan muncul di hadapan Komite Perbankan Senat dalam sidang yang ditunda selama dua minggu, karena cuaca musim dingin parah yang juga telah disalahkan sebagai faktor besar dalam sejumlah indikator ekonomi mengecewakan baru-baru ini. Analis tidak memperkirakan Yellen, yang menggantikan Ben Bernanke di puncuk pimpinan bank sentral AS pada 1 Februari, menyimpang dari pengurangan program stimulus The Fed, seperti yang dijabarkan dalam kesaksiannya di DPR pada 11 Februari lalu. The Fed telah memotong 20 miliar dolar AS dari program pembelian asetnya hingga tahun ini, menjadi 65 miliar dolar AS per bulan, dan berada di trek untuk keluar dari program sebelum akhir tahun jika kondisi ekonomi terus membaik. Harga minyak juga tetap mendapatkan dukungan dari laporan stok AS. Department Energi AS dalam laporan mingguannya menyebutkan Rabubahwa pasokan minyak mentah komersial hanya naik 100.000 barel pekan lalu, seperdelapan dari perkiraan analis. Persediaan di depot Cushing, Oklahoma, yang berfungsi sebagai acuan bagi WTI turun 1,1 juta barel, menunjukkan potensi peningkatan permintaan di konsumen terbesar minyak mentah dunia. Harga juga didukung oleh kekhawatiran atas kerusuhan politik dipenghasil minyak Venezuela serta di Libya dan Sudan Selatan. (*/jno)
Pewarta:
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
