
6 Maret, Petinggi UE-Diplomat Rusia Bertemu di Roma

Brussels, (Antara/AFP) - Kepala Kebijakan Luar Negeri Uni Eropa Catherine Ashton Rabu mengatakan ia akan mengadakan pembicaraan dengan Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov bulan depan di Roma, saat Brussels dan Moskow berusaha untuk meredakan ketegangan di Ukraina. Catherine Ashton mengumumkan dia akan bertemu Sergei Lavrov di Roma pada tanggal 6 Maret. "Masalah mengenai agenda internasional yang akan dibahas," tambahnya dalam satu pernyataan yang diunggah di Twitter. Krisis di Ukraina, yang berada dalam bahaya saling tarik-menarik perang antara Rusia dan Eropa, diperkirakan akan dibahas secara mendalam dalam pertemuan itu. Moskow menyatakan terkejut sejumlah politikus Eropa bergegas mendukung pemilihan dini presiden Ukraina, bertolak-belakang dengan kesepakatan perdamaian yang menetapkan pemilihan umum semacam itu baru dilakukan setelah pembaruan undang-undang dasar diselesaikan. "Tentu saja, agar pembaruan semacam itu bisa berhasil, semua kekuatan politik dan wilayah di Ukraina mesti ikut dan hasilnya mesti diajukan untuk referendum rakyat," kata Kementerian Luar Negeri Rusia di dalam pernyataan Senin. Keabsahan kegiatan Parlemen Ukraina, atau Rada Tertinggi, juga dapat dipertanyakan, sebab keputusannya belum lama ini telah melanggar hak asasi manusia orang Rusia dan suku minoritas lain, kata kementerian tersebut. Seruan untuk melarang penggunaan Bahasa Rusia, untuk melakukan pembersihan, membubarkan partai dan organisasi, menutup media massa, mentolerir ideologi neo-Nazi termasuk di antara pelanggaran itu, kata pernyataan tersebut. "Tujuan mereka ialah menindas ketidak-puasan di berbagai wilayah melalui kediktatoran dan bahkan metoda teroris," kata kementerian itu. Ditambahkan bahwa perkembangan tersebut menimbulkan ancaman bagi perdamaian, kestabilan sosial dan keamanan warga. Moskow menuduh negara Barat tidak peduli mengenai nasib Ukraina dan menerapkan pendekatan geopolitik yang memihak. Sementara Catherine Ashton mengatakan Rusia harus bersikap sebagai layaknya tetangga baik pada Ukraina dan membiarkan negara itu bergerak maju sesuai dengan cara pilihannya setelah tiga bulan kemelut. Ashton, pejabat tinggi asing pertama berkunjung ke Kiev sejak penggulingan Viktor Yanukovich dari kepresidenan, mengatakan Uni Eropa memahami perlunya hubungan kuat Rusia dengan bekas republik Soviet itu, tetapi pesan kuat tentang keutuhan wilayah Ukraina harus ditunjukkan. Ashton menyuarakan dukungan kuat bagi pemimpin baru Ukraina pada jumpa pers. Ia mendesak mereka untuk membentuk sebuah pemerintah inklusif dan fokus untuk membawa negara itu melalui masalah-masalah jangka pendek. (*/jno)
Pewarta:
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
