Logo Header Antaranews Sumbar

Penyerapan BMDTP Industri Komponen Hanya 35 Persen

Kamis, 29 November 2012 13:03 WIB
Image Print

Jakarta, (ANTARA) - Gabungan Industri Alat Mobil dan Motor Indonesia (GIAMM) memperkirakan penyerapan alokasi bea masuk ditanggung pemerintah (BMDTP) hingga akhir tahun ini hanya 35 persen dari total pagu sebesar Rp147 miliar. Kecilnya penyerapan alokasi BMDTP ini akibat rumitnya prosedur penggunaan anggaran di Kementerian Keuangan. "Fasilitas BMDTP yang diberikan pemerintah tidak bisa dimanfaatkan oleh produsen komponen otomotif. Diproyeksikan sampai akhir tahun ini, anggaran BMDTP hanya menyerap 35 persen dari anggaran yang ditetapkan pemerintah," kata Ketua GIAMM Hadi Suryadipraja di Jakarta, Kamis. Pada tahun ini, menurut Hadi, pelaku industri yang mengajukan fasilitas BMDTP sebanyak 14 sektor industri, di antaranya komponen kendaraan bermotor, elektronika, perkapalan dan pembuatan kemasan plastik. "Pelaku industri berharap pemerintah bisa memberikan BMDTP dengan cepat. Hal ini merupakan salah satu cara agar investasi komponen otomotif terus meningkat," paparnya. Direktur Jenderal (Dirjen) Industri Unggulan Berbasis Teknologi Tinggi Kementerian Perindustrian (Kemenperin), Budi Darmadi mengatakan pemerintah berharap fasilitas bea masuk ditanggung pemerintah dapat mendorong industri dalam negeri di tengah tantangan perekonomian global yang penuh ketidakpastian. "BMDTP diharapkan dapat meningkatkan daya saing industri di dalam negeri dan menjadi salah satu faktor yang berperan penting meningkatkan pertumbuhan industri," ujarnya. Budi menyatakan dengan fasilitas BMDTP, diharapkan dapat memberikan keringanan bagi industri manufaktur di dalam negeri. Bagi industri yang bahan bakunya tidak ada di Indonesia, pemerintah mendorong pasokan bahan bakunya dengan memberikan BMDTP, ungkapnya. (*/sun)



Pewarta:
Editor: Inter
COPYRIGHT © ANTARA 2026