
Gita Wirjawan Kampanye Tanam Pohon di Riau

Jakarta, (Antara) - Gita Wirjawan, calon presiden Konvensi Partai Demokrat melakukan kampanye menanam pohon di Desa Bukit Kesuma, Kabupaten Pelalawan, Riau Senin. "Kita harus menghijaukan Riau. Sejumlah lahan yang terbakar di Riau harus kembali menjadi hijau, kata Gita, yang juga mantan Menteri Perdagangan saat memimpin penanaman pohon bersama masyarakat di Kecamatan Pangkalan Buras, Pelalawan. Menurut Gita, kabut asap pembakaran hutan yang sudah mengganggu kehidupan ekonomi dan sosial masyarakat Riau sehingga petani dan pengusaha perkebunan harus sadar untuk tidak membakar hutan saat akan mulai melakukan penanaman. Perjalanan Gita ke lokasi transmigran itu tidak mudah karena menempuh perjalanan darat selama tiga jam dari Pekanbaru dengan kondisi jalan berdebu dan pandangan terhalang kabut asap akibat pembakaran hutan. Bahkan untuk sampai ke lokasi penanaman pohon, Gita ini harus menyebrangi sungai Kampar menggunakan ponton. Gita Wirjawan sejak awal memang bertekad bertemu 5000 kepala keluarga yang mayoritas dari Pulau Jawa itu meski juga perjalanannya sempat tertunda selama enam jam karena kabut asap sehingga pesawat dari Bandara Soekarno Hatta Jakarta tidak memungkinkan terbang pada pukul 06.00 WIB tadi pagi. Sadar akan kondisi lapangan yang penuh asap karena pembakaran hutan yang tidak bertanggung jawab semakin membulatkan tekadnya. Karena Gita dalam kesempatan itu memimpin acara penanaman pohon bersama bupati setempat. Warga Desa Bukit Kesuma, ini merupakan petani-petani yang tersisih dari lahan garapan mereka, namun dengan menjadi binaan AHTRMI (Asosiasi Hutan Tanaman Rakyat Mandiri Indonesia), para petani tersebut dalam dua bulan sudah dapat menggarap kembali lahannya seluas 42 hektare. Petani berharap, dalam tempo satu tahun, sudah bisa menggarap kembali 4.000 hektar lahan dimana satu hektar bisa ditanam 1.000 bibit pohon. Sekarang ini petani sudah memiliki 12 ribu bibit pohon sumbangan Kementerian Kehutanan. "Jika diperkenankan dan dipercaya menjadi pemimpin yang saya prioritaskan adalah reformasi bidang agraria. Petani berdaulat atas lahannya," tandas calon presiden pertama yang mengunjungi Pelalawan ini. Selain konsep reformasi agraria yang gencar digulirkannya, ia juga terus menyambangi petani dan berdialog langsung tentang pembangunan sektor pertanian Indonesia ke depan. "Tidak ada alasan petani kita tidak berdaulat. Selama ini pertanian terpinggirkan yang berakibat fatal pada ketahanan pangan nasional dan ketergantungan impor," katanya. Ia merasakan betul selama menjadi Menteri Perdagangan bagaimana sulitnya situasi dimana permintaan produk pertanian melonjak, namun petani belum mampu memenuhi semua kebutuhan itu sehingga Indonesia terpaksa mengimpor dari negara lain. "Ini tidak boleh lagi terjadi ke depan," katanya. (*/sun)
Pewarta: Inter
Editor: Inter
COPYRIGHT © ANTARA 2026
