Logo Header Antaranews Sumbar

Gita Wirjawan: UKM Jangkar Ekonomi

Minggu, 9 Maret 2014 16:18 WIB
Image Print

Jakarta, (Antara) - Mantan Menteri Perdagangan Gita Wirjawan menyatakan usaha kecil dan menengah (UKM) merupakan jangkar ekonomi yang mampu mempertahankan perekonomian nasional tatkala mengalami dampak krisis finansial global dan efek pasar bebas. "Ketika usaha besar ambruk, UKM malah mampu eksis dan berperan sebagai jangkar ekonomi kita," kata Gita dalam surat elektronik yang dikirimkan di Jakarta, Minggu. Gita yang juga peserta Konvensi Calon Presiden dari Partai Demokrat menyampaikan soal UKM itu saat berdialog dengan ratusan kalangan pengusaha UKM Provinsi Banten di Kota Cilegon, Sabtu (8/3), yang dipandu oleh Wali Kota Cilegon TB Imaryadi. Gita menegaskan bahwa hal itu sebagai fakta yang sudah terbukti, yakni UKM tetap mampu bertahan saat terjadi krisis. "Yang tahan banting adalah UKM," kata Gita yang juga Ketua Umum DPP Barisan Indonesia (Barindo). Ia menyebutkan bahwa dengan kalangan UKM sebanyak 57 juta orang merupakan kekuatan yang dahsyat untuk memajukan perekonomian nasional. "Sayangnya, dan ini yang harus jadi atensi serius, hanya 22 juta atau 40 persen yang punya akses ke pendanaan," katanya. Oleh karena itu, katanya, untuk memaksimalkan peran UKM, mereka harus difasilitasi agar bisa dapatkan akses ke pendanaan. Agar semakin maju dan lebih kompetitif sehingga mereka tak hanya tangguh menghadapi geliat ekonomi domestik tetapi juga tegar di tengah gelombang krisis ekonomi global sekali pun. Gita juga sepakat dengan usulan agar UKM di daerah diprioritaskan untuk mengelola usaha berskala di bawah Rp1 miliar. Terkait akses cepat mendapat dana murah, UKM pun bisa manfaatkan teknologi telepon seluler (HP) dalam bentuk pinjaman kredit berbentuk pulsa, yang bisa dicairkan via ATM dan bank terdekat serta dapat dikembalikan tanpa perlu rekening bank, katanya. "Bagi saya keberpihakan terhadap UKM langkah mutlak," katanya. Komitmen Gita terhadap UKM, menurut Koordinator "Media Center Gita Wirjawan" Michael Umbas, sudah dibuktikan saat menjabat Menteri Perdagangan. Umbas mengatakan Gita membatasi jumlah minimarket hanya maksimum 150 buah dan bila jumlahnya lebih banyak maka harus bermitra dengan daerah untuk memberdayakan UKM setempat. Aturan lain yang dibuat Gita, katanya, jika ada perusahaan retail yang dibangun di daerah maka 80 persen harus diisi produk lokal dari UKM untuk memberi kesempatan luas, lebih produktif, dan bisa mengisinya dengan produk lokal yang berkualitas. (*/WIJ)



Pewarta:
Editor: Antara TV
COPYRIGHT © ANTARA 2026