
BPBD Bukittinggi Minta Warga Tingkatkan Kewaspadaan

Bukittinggi, (ANTARA) - Badan Penanggulangan Bencana Daerah Bukittinggi meminta warga meningkatkan kewaspadaan menyusul curah hujan yang tinggi sejak sebulan terakhir. "Saat ini BPBD tengah menggencarkan sosialisasi bahaya tanah longsor melalui kelurahan dan ketua RT," kata Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bukittinggi Novrianto, Senin. Ia menyebutkan, pihaknya menetapkan lima kelurahan yakni Birugo, Belakang Balok, Bukit Cangan, Kayu Kubu dan Bukit Apit sebagai kawasan rawan tanah longsor. Lima kelurahan tersebut ditetapkan sebagai kawasan rawan longsor karena berlokasi di bibir Ngarai Sianok yang berkedalaman 100 meter. Terhadap warga yang tinggal di lima kelurahan tersebut, menurut dia BPBD akan menfokuskan perhatian setiap saat. Curah hujan yang tinggi sebulan terakhir telah menyebabkan tebing objek wisata Taman Marga Satwa dan Budaya Kinantan terban. "Terbannya bibir Ngarai Sianok juga borpotensi terjadi karena dinding tebing banyak yang tandus sehigga mudah terkikis air," kata dia. Dia menganjurkan warga yang tinggal di sepanjang Ngarai Sianok agar tidak mengalirkan air pembuangan ke dasar Ngarai Sianok. Menurut dia, pihaknya sejak April 2012 telah melakukan sosialisasi tanggap darurat rawan longsor kepada warga di lima kelurahan tersebut. "Kegiatan sosialisasi dengan tema tanggap darurat rawan longsor dan angin badai dihadiri Kelurahan, Lembaga Pemberdayaan Masyarakat, RT dan RW beserta tokoh masyarakat," kata dia. Dia mengatakan, selain menyosialisasikan tentang bencana di lima kelurahan itu, kegiatan sosialisasi juga dilakukan di kelurahan lain yang ada di kota itu. "Khusus di 19 kelurahan lain di luar lima kelurahan rawan bencana itu, sosialisasi lebih diarahkan kepada sosialisasi penanganan bencana kebakaran," kata dia. Pemkot telah mengalokasikan dana untuk BPBD sebesar Rp1.311 miliar yang pemanfaatannya untuk menyosialisasikan bencana berupa penyuluhan dan pelatihan, kegiatan Pemda dan masyarakat, ketahanan dan kebakaran lingkungan. (*/sun)
Pewarta: Inter
Editor: Inter
COPYRIGHT © ANTARA 2026
