Logo Header Antaranews Sumbar

Polda Sumbar Petakan 405 TPS Rawan I

Kamis, 23 Januari 2014 20:05 WIB
Image Print

Padang, (Antara) - Kepolisian Daerah (Polda) Sumatera Barat memetakan 405 tempat pemungutan suara (TPS) masuk kategori rawan I pada Pemilu 2014. "Gejala itu berdasarkan pemetaan sejumlah TPS di Sumbar yang dilakukan pihak kepolisian,"kata Kapolda Sumbar, Brigjend Pol Noer Ali, di Padang, Kamis. Menurut dia, kriteria dianggap rawan perlu pengamanan hal ini dilihat dari aspek geografis. Seperti daerah pegunungan, kepulauan, atau yang menggunakan alat transportasi air. Kondisinya memungkinkan munculnya ancaman. Karenanya kami akan memberi perhatian khusus pada TPS-TPS yang masuk kategori sangat rawan dan rawan itu,"ujar dia. Untuk TPS rawan I dua personil polisi akan mengawasi dua TPS, dimana setiap TPS dibantu empat anggota Linmas, Panwaslu, KPU. "Sedangkan daerah aman, personil polisi yang ditempatkan sebanyak dua orang untuk empat TPS yang dibantu delapan Linmas setiap TPS,"jelas Noer Ali. Dia mengatakan, anggaran pengamanan untuk Pemilihan Umum (Pemilu) Tahun 2014 Polda Sumbar sudah cair sebesar Rp41 miliar. "Polda Sumbar mengajukan dana untuk pengamanan Pemilu 2014 sebesar Rp61 miliar, namun baru dicairkan sebesar Rp41 miliar," kata dia. Menurut dia, dana sebesar Rp61 miliar diajukan itu dengan asumsi pemilihan presiden (pilpres) sampai dengan dua putaran. "Dana itu untuk pengamanan Pemilu Legislatif 9 April dan Pemilu Pemilihan Presiden pada 9 Juli beserta tahapan-tahapannya," ungkap dia. Sedangkan untuk pengamanan distribusi hingga penyimpanan logistik di Sumbar tidak ada anggaran di pihak kepolisian. "Untuk itu Gubernur maupun wali kota, Bupati diminta untuk mengalokasi anggaran pendistribusian logistik Pemilu 2014,"jelas Noer Ali. Sementara itu ditempat terpisah, Kapolresta Padang, Kombes Pol Wisnu Andaya menyatakan, Polresta Padang deteksi dini terhadap potensi kerawanan yang tersebar di sejumlah TPS pada Pemilu 2014. "Pihaknya mengidentifikasi seluruh kerawanan Pemilu yang akan dijadikan referensi pengamanan yang dilakukan di Kota Padang,"kata dia. Dia menambahkan, Polresta Padang sebagai barometer dalam pengamanan, dituntut untuk bekerja keras agar penyelenggaraan Pemilu 2014 berjalan lancar. "Berbagai kerawanan di masyarakat dipicu oleh masalah sosial-politik, masih akan terjadi sepanjang 2014. Terutama yang berkaitan dengan Pemilu legislatif dan Pemilu presiden, diprediksi akan terjadi beberapa permasalahan yang perlu diantisipasi jajaran Polresta Padang untuk pengamanannya," ungkap dia. (*)



Pewarta:
Editor: Inter
COPYRIGHT © ANTARA 2026