Logo Header Antaranews Sumbar

Pasukan Sudan Selatan Berusaha Kuasai Kota Malakal

Sabtu, 18 Januari 2014 19:43 WIB
Image Print

Juba, (Antara/AFP) - Pasukan Sudan Selatan pada Sabtu terlibat pertempuran dengan petempur pemberontak untuk menguasai kota penting minyak Malakal, kata militer, kendati mengakui menghadapi kesulitan menghubungi komandannya di lapangan. "Komunikasi masih sulit. Kami akan berusaha hari ini bagaimana pertempuran itu berakhir kemarin. Kami masih merasa saling menguasai Malakal dengan pemberontak, tapi pada akhir hari ini, tentara harus membersihkan pemberontak dari Malakal," kata juru bicara militer Philip Aguer kepada AFP. Baik pemberontak maupun pemerintah saling mengklaim menguasai ibu kota negara bagian Upper Nile itu dan salah satu dari medan tempur utama sejak perang meletus bulan lalu antara pasukan yang setia kepada Presiden Salva Kiir dan pasukan yang dipimpin mantan wakil presiden Riek Machar. Militer, Jumat mengatakan pihaknya kehilangan kontak dengan pasukannya di Malakal,yang berganti tangan dua kali dan di mana pemberontak melancarkan satu serangan baru, Senin. Aguer juga mengatakan pertempuran juga berlanjut Sabtu di dua ibu kota negara bagian lainnya, Bor di negara bagian Jonglei dan Bentiu di negara bagian Unity di utara. PBB mengatakan, Jumat tentara anak-anak bergabung dalam konflik itu, dengan aksi kekejaman termasuk kejahatan perang dilakukan kedua pihak. "Laporan-laporan yang kami terima termasuk pembunuhan massal, pembunuhan semena-mena, perusakan properti yang luas dan penjarahan, dan pengrekrutian tentara anak-anak," kata Asisten Sekjen PBB untuk Hak Asasi Manusia Ivan Simonovic kepada wartawan ketika mengakhiri lawatannya ke negara itu. Ia juga melaporkan terjadinya perkosaan, penculikan penahanan sembarangan dan pengrusakan yang luas dan penjarahan. PBB mengatakan 468.000 orang meninggalkan rumah-rumah mereka karena pertempuran itu, yang berkembang menjadi pembunuhan suku antara para suku Dinka asal Kiir-- terbesar di negara itu dan suku Nuer asal Machar. (*/sun)



Pewarta:
Editor: Inter
COPYRIGHT © ANTARA 2026