
PBB Tuduh Sudan Selatan Ganggu Pasukan Perdamaian

PBB, Amerika Serikat, (Antara/AFP) - Seorang pejabat senior PBB, Selasa, menuduh Sudan Selatan melakukan satu kegiatan mengganggu terhadap pasukan perdamaian dan menyeru Dewan Keamanan segera turun tangan. Ketegangan meningkat antara pemerintah Presiden Salva Kiir dan Missi PBB di Sudan Selatan (UNMISS), yang sedang berusaha menghentikan aksi kekerasan yang meletus Desember dan meningkat dalam perang berskala penuh antara suku Kiir dan pemberontak. "Ada satu kegiatan negatif terhadap UNMISS dan para pemimpinnya di Sudan Selatan yang nampaknya sistematis dan terorganisasi," kata Herve Ladsous, kepala pasukan perdamaian PBB, yang mengidentifikasi "gangguan terhadap para personil PBB, termasuk yang membahayakan nyawa mereka". Aksi itu "tidak dapat diteruskan atau disetujui", katanya. Ia menambahkan, "Berdasarkan kondisi-kondisi ini kami perlu mempertimbangkan lebih jauh mengurangi staf kami dan membatasi kegiatan-kegiatan kami pada tingkat minimum menyangkut perlindungan, pemantauan hak asasi manusia dan dukungan pada bantuan kemanusiaan. "Saya akan mendesk Dewan Keamanan PBB dan para anggotanya turun tangan atas nama UNMISS, mengecam kampanye ini dan meminta Presiden Kiir segera menghukum pelaku tindakan itu dan mengeluarkan instruksi-istruksi kepada pihak berwenang nasional dan lokal dan para kader SPLM untuk menghentikannya." SPLM adalah Gerakan Pembebasan Rakyat Sudan yang berkuasa. Duta Besar Sudan Selatan Francis Deng menanggapi itu dengan mengatakan bahwa Kiir" sangat berterima kasih atas peran yang dilakukan oleh PBB di negara itu." (*/sun)
Pewarta: Inter
Editor: Inter
COPYRIGHT © ANTARA 2026
