
Gerat : Polri Harus Dihargai Tangani Teroris Ciputat

Jakarta, (Antara) - Lembaga Gerakan Rakyat Indonesia Anti Teror (Gerat) menyatakan masyarakat Indonesia harus memberikan menyampaikan penghargaannya kepada Polri dalam menangani jaringan teroris di Ciputat Tangerang Selatan Banten beberapa waktu lalu. "Seharusnya kita memberikan apresiasi karena langkah Densus 88 Anti Teror sudah sesuai prosedur," kata Ketua Umum Gerat Aga Khan dalam keterangan tertulisnya di Jakarta Selasa. Aga tidak setuju dengan sejumlah kalangan termasuk dari salah satu pimpinan DPR/MPR dan organisasi kemanusiaan yang menyatakan tindakan Densus 88 AT Polri melanggar hak azasi manusia dalam menggerebekan jaringan teroris di Ciputat. Aga menuturkan jaringan teroris telah mengancam kehidupan bermasyarakat, stabilitas keamanan nasional dan kebijakan perekonomian. Lebih lanjut, Aga menegaskan polisi menemukan lima fakta untuk memberantas jaringan terorisme di lokasi penggerebekan tersebut. Fakta pertama yakni anggota Densus 88 AT yang terkena tembakan saat penggerebekan, penemuan enam buah bom pipa, enam pucuk senjata api dan dua pucuk "pen gun" di rumah kontrakan teroris. Selanjutnya, polisi menyita uang Rp200 juta yang diduga dari perampokan dari BRI Panongan, serta sepeda motor sekuriti yang menjadi saksi dalam kasus penembakan dua orang polisi Polsek Pondok Aren. "Kami rasa klaim kejanggalan yang diungkap KontraS terkait penggerebekan yang dilakukan Densus 88 di rumah terduga teroris Ciputat, terlalu cepat dan tidak didasari data sekaligus fakta yang solid," tegas Aga. Lembaga KontraS mengklaim menemukan sejumlah kejanggalan dalam aksi penggerebekan jaringan teroris di Ciputat. Sejumlah kejanggalan itu, antara lain polisi telah lama mengintai rumah kontrakan terduga teroris dan indikasi penembakan salah seorang terduga teroris dilakukan tanpa perlawanan. Sebelumnya, anggota Densus 88 AT Polri menggerebek rumah kontrakan terduga teroris di Kampung Sawah Ciputat Tangerang Selatan Banten, Selasa (31/12). Awalnya, polisi menangkap terduga teroris Anton alias Septi di Kemranjen Banyumas Jawa Tengah. Dari keterangan Anton, petugas menggerebek tempat bersembunyi terduga teroris Dayat alias Daeng alias Hidayat cs di Ciputat. Dalam penggerebekan tersebut enam orang terduga teroris yakni Dayat alias Daeng alias Hidayat, Nurul Haq alias Dirman, Oji alias Tomo, Rizal alias Teguh alias Sabar, Hendi dan Edo alias Amril tewas karena melakukan perlawanan. (*/sun)
Pewarta: Inter
Editor: Inter
COPYRIGHT © ANTARA 2026
