
Pasca banjir, 300 jiwa di Nagari Taluk Tanah Datar lewati jembatan darurat

Batusangkar (ANTARA) - Jembatan di Nagari (desa) Taluk, Kecamatan Lintau Buo, Kabupaten Tanah Datar yang sebelumnya putus pasca bencana banjir di daerah itu kini sudah bisa dilalui warga dengan jembatan darurat.
Bupati Tanah Datar Eka Putra, di Batusangkar Sabtu, mengatakan jembatan darurat dibangun warga setempat secara gotong royong menggunakan pohon kelapa dan kayu.
"Saya sangat apresiasi sekali kekompakan masyarakat di Taluk ini. Sebelumnya dilaporkan ke kami sebanyak 80 KK atau 300 jiwa sempat terisolasi namun sekarang sudah tidak lagi," kata Bupati.
Dia mengatakan, jembatan darurat tersebut hanya bisa dilewati dengan kendaraan roda dua sehingga menyulitkan bagi masyarakat setempat untuk akses transportasi.
Untuk solusinya, pemerintah daerah setempat mengusulkan pengerjaan jembatan bailey yang akan dibangun oleh TNI AD.
"Jembatan itu nantinya akan dibangun bailey dan sudah di survei oleh TNI AD. Karena jembatan ini akses masyarakat, anak sekolah juga lewat sini dan keperluan masyarakat lainnya," kata dia.
Selain itu kata Bupati, aliran sungai Batang Tompo atau Batang Selo yang melewati beberapa nagari di Kecamatan Lintau Buo dan Lintau Buo Utara tersebut berhulu dari Gunung Sago.
Dimana di hulu sungai tersebut telah dibangun sabo dam dan kondisinya saat ini dipenuhi endapan sedimen atau material lainnya.
"Kami sudah berkoordinasi dengan pemerintah provinsi karena ini kewenangan nya di provinsi agar material itu bisa di keruk," kata dia.
Pewarta: Etri Saputra
Uploader: Laras Robert
COPYRIGHT © ANTARA 2026
