
Jamaah Masjid Harakatul Jannah Bogor bantu pembangunan masjid terdampak bencana di Agam

Lubukbasung (ANTARA) - Jamaah Masjid Agung Harakatul Jannah Bogor, Jawa Barat dan Persatuan Pensiunan Pegawai Daerah Khusus Indonesia (DKI) menyalurkan dana Rp200 juta pembangunan Masjid Al Ihsan Labuah, Nagari Sungai Batang, Kecamatan Tanjung Raya, Kabupaten Agam, Sumatera Barat rusak dampak bencana hidrometeorologi.
Bantuan tersebut diserahkan langsung oleh Ketua Umum Gerakan Sosial Orang Rantau (Gasor) Syahrul Efendi didampingi pengurus Gasor, Jamaah Masjid Agung Harakatul Jannah Bogor dan Persatuan Pensiunan Pegawai DKI, Anggota DPRD Sumbar Doni Harsiva Yandra, anggota DPRD Agam Albert, Kepala Dinas Sosial Agam Villa Erdi dan lainnya kepada Ketua Pembangunan Masjid Al Ihsan Labuah Herizal, Jumat (15/5).
Ketua Umum Gerakan Sosial Orang Rantau (Gasor) Syahrul Efendi di Lubuk Basung, Jumat, mengatakan bantuan Rp200 juta itu berasal dari Gerakan Sosial Orang Rantau (Gasor), Jamaah Masjid Agung Harakatul Jannah Bogor Rp150 juta dan Persatuan Pensiunan Pegawai DKI Rp50 juta.
"Persatuan Pensiunan Pegawai DKI juga membantu masyarakat di Aceh, Sumatera Utara dan Sumbar. Khusus Gasor dan Jamaah Masjid Agung Harakatul Jannah Bogor hanya di Masjid Al Ihsan Labuah, Nagari Sungai Batang, Kecamatan Tanjung Raya, sehingga bantuan cukup besar," katanya.
Ia mengatakan bantuan Rp200 juta yang diserahkan ini untuk membeli bahan bangunan berupa batu bata, besi dan lainnya.
Ini sesuai amanah dari para donatur yang ikut menyumbang dananya pembangunan masjid tersebut.
"Dana untuk membeli bahan kebutuhan material dalam pembangunan masjid ini. Ini bantuan tahap pertama, insya Allah masih ada tergerak donatur untuk membantu pembangunan masjid ini," katanya.
Ia mengajak masyarakat Sungai Batang untuk bahu-membahu dalam membantu pembangunan masjid.
Bantuan tidak saja berupa dana, juga bisa material, makanan bagi pekerja dan tenaga berupa bergotong royong agar masjid segera selesai.
"Ini yang diharapkan agar masjid cepat selesai dan dimanfaatkan masyarakat untuk beribadah," katanya.
Ia mengakui Gasor selama ini membantu beasiswa bagi keluarga kurang mampu, pembangunan sekolah dan pembangunan masjid di sejumlah daerah seperti, Sumbar, Jawa Barat dan lainnya.
Sementara Ketua Pembangunan Masjid Al Ihsan Labuah Herizal mengatakan biaya pembangunan masjid sekitar Rp1,2 miliar dengan ukuran bangunan 16x14 meter persegi atau luas bangunan 224 meter bujur sangkar di atas lahan 1.667 meter persegi.
"Lahan telah ada dan lokasi sudah ditimbun material, sehingga tinggal pembangunan," katanya.
Ia menambahkan saat ini dana yang terkumpul mencapai Rp476,95 juta sumbangan dari masyarakat dan para perantau Labuah, Nagari Sungai Batang.
Dana tersebut telah digunakan untuk pengadaan lahan atau ganti rugi lahan, menimbun lokasi dan lainnya.
"Bantuan yang kita terima hari ini merupakan satu-satunya bantuan dari pihak luar," katanya.
Sebelumnya, Masjid Al Ihsan Labuah rusak berat tertimbun material banjir bandang melanda daerah itu pada akhir November 2025.
Dengan kondisi itu, masjid dipindahkan ke lokasi tidak jauh dari semula dan aman dari bencana alam.
"Masjid ini satu-satunya yang ada di Jorong Labuah, Nagari Sungai Batang dan butuh segera dibangun," katanya.
Kepala Dinas Sosial Agam Villa Erdi memberikan apresiasi yang cukup tinggi kepada Gasor, Jamaah Masjid Agung Harakatul Jannah Bogor dan Persatuan Pensiunan Pegawai DKI yang telah menyalurkan bantuan pembangunan Masjid Al Ihsan Labuah.
"Ini bentuk rasa syukur masyarakat dari rantau dan masyarakat lainnya memberikan dukungan material dan spiritual dalam pembangunan masjid tersebut," katanya.
Untuk kekurangan dana pembangunan, bisa diajukan ke Baznas dan Yayasan Masjid Nusantara karena lembaga itu mempunyai kepedulian pembangunan masjid di lokasi bencana.
Pewarta: Yusrizal
Uploader: Laras Robert
COPYRIGHT © ANTARA 2026
