
Pemkab Agam rehabilitasi-rekonstruksi infrastruktur terdampak bencana Rp120 miliar

Lubuk Basung (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Agam, Sumatera Barat melakukan rehabilitasi dan rekonstruksi jaringan irigasi, jembatan, drainase dan lainnya yang terdampak bencana melanda daerah itu sebesar Rp120 miliar pada 2026.
"120 miliar rupiah ini berasal dari dana Transfer ke Daerah (TKD) pemerintah pusat ke Agam. Dana 120 miliar rupiah ini dikelola oleh Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang Agam," kata Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang Agam Ofrizon di Lubuk Basung, Selasa.
Ia mengatakan dana ini digunakan untuk peningkatan jaringan irigasi permukaan berupa pembangunan dan rehabilitasi irigasi sebanyak 23 unit.
Lalu kegiatan rekonstruksi jalan sebanyak 22 ruas, pembangunan jembatan 19 unit yang terdiri dari jembatan gantung, balley dan komposit.
Pembangunan Sistim Pengelolaan Air Minum (SPAM) perpipaan di delapan lokasi.
Setelah itu pembangunan sistim drainase lingkungan dengan melakukan pembangunan dan rehabilitasi drainase satu lokasi.
"Rehabilitasi dan rekonstruksi infrastruktur tersebut tersebar di Kecamatan Palembayan, Tanjung Raya, Matur, Ampek Koto dan lainnya," katanya.
Pelaksanaan fisik direncanakan dimulai pada Juli 2026 dan saat ini sedang dilakukan penyusunan dokumen perencanaan.
Direncanakan proses pengadaan barang dan jasa dilakukan pada akhir Juni 2026.
"Proses pekerjaan baru sampai penyusunan dokumen perencanaan untuk seluruh lokasi kegiatan. Setelah dokumen perencanaan selesai baru dilakuan proses pengadaan barang dan jasa," katanya.
Ia menambahkan Dinas PUTR Agam telah melakukan langkah-langkah dengan peninjauan ke seluruh lokasi pekerjaan dan sekaligus pematangan lokasi pekerjaan.
Lokasi berada di daerah terdampak bencana hidrometeorologi berupa banjir bandang, banjir dan tanah longsor melanda daerah itu pada akhir 2025.
"Bencana hidrometeorologi merusak jembatan, jalan, irigasi dan lainnya," katanya.
Pewarta: Yusrizal
Uploader: Laras Robert
COPYRIGHT © ANTARA 2026
