Logo Header Antaranews Sumbar

Pemkab Padang Pariaman terus upayakan pembangunan jembatan darurat di Anduriang

Senin, 11 Mei 2026 17:34 WIB
Image Print
Sejumlah warga dan pelajar menaiki rakit penyeberangan di Sungai Batang Anai, Nagari Anduriang, Kayu Tanam, Padang Pariaman, Sumatera Barat, Kamis (7/5/2026). Pascabencana November 2025 yang memutus jembatan, warga dan pelajar masih menggunakan rakit dari kayu dan drum bekas untuk menyeberang sungai, meski mereka kesulitan saat debit air meningkat. ANTARA FOTO/Fitra Yogi/tom.

Parik Malintang (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Padang Pariaman, Sumatera Barat terus mengupayakan pembangunan jembatan darurat di Anduriang, Kecamatan 2x11 Kayu Tanam setelah infrastruktur tersebut rusak akibat bencana hidrometeorologi pada akhir 2025.

“Bapak bupati telah menginstruksikan Dinas PUPR (Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang) dan OPD (organisasi perangkat daerah) terkait untuk bergerak cepat membangun jembatan darurat agar aktivitas warga dapat kembali berjalan," kata Penjabat Sekretaris Daerah Padang Pariaman Hendra Aswara di Parik Malintang, Senin.

Instruksi percepatan pembangunan jembatan darurat tersebut didasari karena pascabencana warga Nagari Anduriang menggunakan rakit yang terbuat dari kayu dan drum bekas untuk menyebrangi sungai guna mempersingkat jarak tempuh.

Hal ini berisiko terjadinya peristiwa warga hanyut apalagi sepekan lalu seorang lansia sempat hanyut terbawa arus sungai Batang Anai akibat hujan lebat. Beruntung lansia tersebut diselamatkan oleh warga yang ada di lokasi itu.

Ia mengatakan Pemkab Padang Pariaman telah menurunkan dua unit alat berat untuk persiapan pembangunan jembatan darurat namun dalam pelaksanaannya muncul aspirasi masyarakat terkait titik pembangunan jembatan dan kondisi aliran Sungai Batang Anai.

Ia menyampaikan warga meminta lokasi pembangunan dipindahkan guna mengantisipasi terjadinya perubahan aliran sungai ketika hujan lebat karena bisa berdampak pada lahan pertanian dan rumah warga.

Selain itu, lanjutnya warga juga meminta agar pembangunan jembatan darurat dilaksanakan setelah dilakukan normalisasi dan pengaturan aliran Sungai Batang Anai.

“Pemerintah daerah menghormati aspirasi dan kesepakatan masyarakat tersebut. Karena itu dilakukan penyesuaian teknis di lapangan, termasuk penarikan sementara alat berat sambil menunggu koordinasi lanjutan dan proses normalisasi sungai oleh instansi yang berwenang,” katanya.

Hendra mengatakan Pemkab Padang Pariaman telah mengirimkan surat kepada Balai Wilayah Sungai (BWS) Sumatra V pada 7 Mei lalu terkait normalisasi sungai tersebut. Hal tersebut, kata dia dilakukan karena kewenangan normalisasi Sungai Batang Anai berada di bawah BWS Sumatra V.

Diketahui pembangunan jembatan darurat untuk menghubungkan Nagari Anduriang dengan Nagari Kayu Tanam tersebut dilakukan bersifat sementara sambil menunggu pembangunan permanen yang dananya diperkirakan mencapai Rp40 miliar. Terkait dengan kondisi jembatan rusak itu pun telah disampaikan Pemkab Padang Pariaman kepada BNPB.



Pewarta:
Uploader: Laras Robert
COPYRIGHT © ANTARA 2026