
Pemkab Pasaman Barat edukasi petani jagung upaya peningkatan ekonomi

Simpang Empat (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Pasaman Barat, Sumatera Barat terus meningkatkan edukasi kepada petani jagung mengenai pengelolaan usaha tani, pemanfaatan kredit produktif, serta penguatan kapasitas ekonomi masyarakat.
"Kita tidak hanya fokus pada upaya peningkatan produksi jagung saja. Tetapi akses permodalan, penguatan kelembagaan petani, pemasaran, hingga pengembangan industri hilir juga terus kita dampingi," kata Sekretaris Daerah Pasaman Barat Doddy San Ismail di Simpang Empat, Minggu.
Pihaknya telah melakukan Focus Group Discussion (FGD) untuk penguatan sektor jagung sebagai komoditas unggulan daerah beberapa waktu lalu.
"Hasil dari FGD, dalam pengembangan sektor unggulan diperlukan kolaborasi dan sinergi dari seluruh pihak agar sektor unggulan ini mampu berkembang secara optimal dan berkelanjutan," katanya.
Pemkab Pasaman Barat berkomitmen mendukung pembangunan sektor pertanian sekaligus membuka peluang investasi dan kerja sama lintas sektor guna memperkuat ekonomi daerah.
"Pendampingan terhadap petani terus kita lakukan melalui kelompok tani. Kita membuka akses untuk permodalan melalui kredit produktif melalui jasa keuangan yang ada," kata dia.
Dia menyebutkan Pasaman Barat merupakan salah satu sentra produksi jagung terbesar di Sumatera Barat.
Pada 2025 produksi jagung di daerah itu mencapai 196.101 ton dengan luas tanam 31.290 hektare dan luas panen 31.923 hektare.
Adapun wilayah sentra produksi jagung berada di Kecamatan Kinali, Luhak Nan Duo, Pasaman dan Ranah Batahan.
"Pengembangan tanaman jagung juga merupakan salah satu upaya mendukung program swasembada pangan," ujar dia.
Pewarta: Altas Maulana
Uploader: Laras Robert
COPYRIGHT © ANTARA 2026
