Logo Header Antaranews Sumbar

DInas Kebudayaan Sumatera Barat usung slogan merawat tradisi menjaga jati diri

Selasa, 5 Mei 2026 20:57 WIB
Image Print
Kepala Dinas Kebudayaan Sumatera Barat Syaiful Bahri (kanan) saat membuka lokakarya sastra di Gedung Kebudayaan Sumatera Barat di Padang, Selasa (5/5/2026). ANTARA FOTO/Iggoy el Fitra

Padang (ANTARA) - Dinas Kebudayaan Sumatera Barat mengusung slogan (tagline) Merawat Tradisi, Menjaga Jati Diri untuk menjalankan program-program kerja selama tahun 2026.

"Waktu itu diminta oleh Pak Gubernur, membikin satu hingga empat kata yang mewakili apa yang akan kita kerjakan dari Januari sampai Desember, kemudian saya lihat-lihat kegiatan kita, apa yang diadakan dan dihasilkan lalu dapat saya empat kata untuk menerangkan ini," kata Kepala Dinas Kebudayaan Sumatera Barat, Syaiful Bahri usai membuka lokakarya sastra di Gedung Kebudayaan Sumatera Barat di Padang, Selasa.

Syaiful menjelaskan, ia kemudian memiliki jawaban ketika pimpinan bertanya apa yang akan dikerjakan tahun ini, yakni merawat tradisi menjaga jati diri.

Melalui empat suku kata itu, kata Syaiful, orang-orang dapat langsung mengetahui apa yang akan dikerjakan oleh Dinas Kebudayaan dalam tahun ini.

Menurutnya, slogan itu juga telah mewakili 10 Objek Pemajuan Kebudayaan (OPK) yang wajib dilindungi, dikembangkan, dimanfaatkan, dan dibina untuk memperkuat ketahanan budaya sesuai dengan Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2017 tentang Pemajuan Kebudayaan.

"Jadi kita berangkat semua dari tradisi jangan hal lain, tapi kita berangkat dari tradisi menuju menjaga jati diri, karena tradisi itulah jati diri jangan larut dengan hal lain," katanya.

Syaiful menganalogikan dengan istilah Minang, yakni usang-usang diperbarui, lapuak-lapuak dikajangi yang artinya tradisi yang mulai ditinggalkan kita hidupkan kembali dan yang lama kita sesuaikan dengan perkembangan zaman.

Seperti contoh, kata Syaiful, meskipun sudah menggunakan alat modern, tradisi membuat teh telur di Ranah Minang menggunakan lidi pada zaman sekarang masih dilakukan dalam rangka merawat tradisi tersebut.(*)



Pewarta:
Uploader: Laras Robert
COPYRIGHT © ANTARA 2026