Logo Header Antaranews Sumbar

Polisi sebut narkoba di Dharmasraya berasal dari luar daerah

Senin, 4 Mei 2026 16:30 WIB
Image Print
Kapolres Dharmasraya, AKBP Kartyana Widyarso Wardoyo Putro (dua kiri), Kasat Resnarkoba AKP Azhamu Suwaril (dua kanan), saat melihatkan barang bukti pengungkapan kasus, Senin (4/5). ANTARA/Ilka Jensen

Pulau Punjung (ANTARA) - Kepolisian Resor (Polres) Kabupaten Dharmasraya, Sumatera Barat (Sumbar) mengungkapkan narkoba yang beredar di daerah itu berasal dari luar daerah.

"Di dapat dari Pekanbaru dan daerah Rantau Ikil, Provinsi Jambi," kata Kapolres Dharmasraya, AKBP Kartyana Widyarso Wardoyo Putro, didampingi Kasat Resnarkoba AKP Azhamu Suwaril, di Pulau Punjung, Senin.

Hal tersebut dikemukakan Kapolres dan jajaran saat press release pengungkapan kasus, di Markas Polres Dharmasraya.

Ia mengatakan keterangan tersebut berdasarkan pengakuan dari pelaku yang ditangkap dalam pengungkapan kasus narkoba pada periode Maret-April 2026.

Ia mengatakan jajaran Satuan Reserse dan Narkoba Polres Dharmasraya mengungkap delapan kasus narkoba dengan menangkap 13 tersangka penyalahgunaan narkotika jenis sabu-sabu dan ganja.

Ia mengungkapkan dari penangkapan tersebut pihaknya mengamankan barang bukti narkotika jenis sabu-sabu seberat 21,57 gram, dan ganja 1,01 gram.

"Dua dari tersangka yang kita amankan merupakan penyedia barang atau bandar," ujarnya.

Ia mengemukakan pengungkapan tersebut tersebar di Kecamatan Pulau Punjung, Kecamatan Koto Baru, Kecamatan Koto Besar, dan Kecamatan Sungai Rumbai.

Pihaknya tak menampik bahwa penyalahgunaan narkoba masih cukup tinggi dan masif di daerah itu, kata dia.

Oleh sebab itu, lanjut dia "perang" terhadap narkoba menjadi harga mati bagi polisi setempat melalui upaya edukasi, pencegahan, hingga penegakan hukum.

Kasat Resnarkoba Polres Dharmasraya, AKP Azhamu Suwaril menambahkan Dharmasraya menjadi perlintasan peredaran narkotika karena letak geografis Dharmasraya yang berbatasan dengan Provinsi Riau dan Jambi, sehingga banyak pintu masuk bagi pengedar untuk menyeludupkan narkoba ke daerah itu.

"Dharmasraya ini wilayah segi tiga emas, banyak pintu masuk ke Dharmasraya terutama melalui perkebunan sawit yang kita yakini jalur aman bagi pengedar," ujarnya.



Pewarta:
Uploader: Laras Robert
COPYRIGHT © ANTARA 2026