Logo Header Antaranews Sumbar

Terima kasih guru, Mendikdasmen: Guru fondasi kemajuan pendidikan

Minggu, 3 Mei 2026 12:13 WIB
Image Print
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul mu'ti (kedua kiri) bersama Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani (kanan) saat menghadiri upacara peringatan Hari Pendidikan Nasional 2026 di Taman Blambangan Banyuwangi, Jawa Timur, Sabtu (2/5/2026). (ANTARA/HO-Humas Kemendikdasmen)

Jakarta (ANTARA) - Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu'ti menyampaikan terima kasih kepada para guru di seluruh Indonesia atas dedikasi dan pengabdian mereka dalam mendidik generasi bangsa, sekaligus menjadi fondasi kemajuan pendidikan nasional.

“Pemerintah menyampaikan terima kasih kepada bapak dan ibu guru serta para pendidik yang telah berdedikasi dan mendarmabaktikan ilmunya untuk mencerdaskan kehidupan bangsa,” ujar Mendikdasmen Abdul Mu'ti dalam pernyataan tertulis di Jakarta pada Minggu.

Dalam amanatnya ia menegaskan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) adalah momentum untuk melakukan refleksi, meneguhkan, dan menghidupkan spirit pendidikan nasional.

“Pada hakikatnya pendidikan adalah proses yang dilaksanakan secara tulus, penuh kasih sayang untuk memanusiakan manusia. Pendidikan adalah proses menemukan dan menumbuhkembangkan fitrah, kodrat alamiah manusia, atau potensi sebagai makhluk Tuhan yang mulia. Inti proses pendidikan adalah memuliakan,” kata Mendikdasmen Abdul Mu'ti.

Nilai-nilai tersebut, lanjutnya, sejalan dengan pemikiran Ki Hajar Dewantara yang menekankan sistem among dalam pendidikan, yakni asah (ilmu), asih (kasih sayang), dan asuh (pendampingan).

Karena itu Mendikdasmen mengatakan prinsip itu menjadi landasan penting dalam membangun praktik pendidikan yang tidak hanya berorientasi pada capaian akademik, tetapi juga pada pembentukan karakter dan kemanusiaan.

Makna Hardiknas pun dirasakan langsung oleh para pelaku pendidikan di lapangan, yang salah satunya ialah Guru SMP Negeri 1 Banyuwangi Agus Harianto. Ia memaknai momentum itu sebagai pengingat untuk terus mengedepankan kualitas pendidikan, terutama di tengah pesatnya perkembangan teknologi.

Agus menyampaikan sekolahnya mendorong pembelajaran berbasis coding agar peserta didik tidak hanya menjadi pengguna teknologi, namun juga mampu menciptakan dan memanfaatkannya secara produktif.

Senada dengan Agus, guru PAUD KB Al Khotijah Banyuwangi Wiwik Handayani juga melihat Hardiknas sebagai pengingat bagi para pendidik untuk terus menjadi lilin yang menerangi generasi bangsa.

“Untuk dunia pendidikan, harapan kedepannya semakin banyak inovasi sehingga para pendidik dan anak-anak generasi bangsa bersemangat dalam menempuh pendidikan. Semangat untuk teman-teman guru semuanya, kita sebagai pendidik membagikan ilmu kepada anak-anak kita,” ujarnya.

Sementara itu murid MAN 1 Banyuwangi, Muhammad Ravi Adiatma Nur Dafiq, memaknai Hardiknas sebagai ungkapan terima kasih atas perjuangan para tokoh pendidikan dan guru yang terus membangun pendidikan di Indonesia.

“Harapan saya, semoga akses pendidikan di Indonesia bisa merata hingga ke pelosok, sehingga seluruh anak dapat merasakan pendidikan yang setara,” katanya.



Pewarta:
Uploader: Laras Robert
COPYRIGHT © ANTARA 2026