Logo Header Antaranews Sumbar

Kebakaran beruntun di Bukittinggi, kerugian diperkirakan miliaran rupiah

Jumat, 1 Mei 2026 20:11 WIB
Image Print
Musibah kebakaran di pusat pertokoan Tarok Jalan Sutan Syahrir Kota Bukittinggi. Tidak ada korban jiwa dari kejadian ini, sementara kerugian diperkirakan capai miliaran rupiah. ANTARA/AL FATAH

Bukittinggi (ANTARA) - Musibah kebakaran terjadi dalam waktu berdekatan di Kota Bukittinggi, Sumatera Barat, Jumat (01/05). Kerugian mencapai miliaran rupiah, proses pemadaman juga berlangsung cukup lama.

Kebakaran pertama terjadi pada pukul 12.15 WIB di daerah Bukit Apit yang menghanguskan satu unit rumah permanen, sementara kebakaran kedua di daerah Tarok pukul 15.45 WIB menjadi yang terbesar dengan puluhan toko dan warung warga menjadi korbannya.

"Kami sempat mengalami kehabisan stok air karena kebakaran pertama dan terpaksa mengambil tambahan air ke Tabek Gadang. Puluhan toko dari dua ruko besar serta warung warga di daerah Jalan Sutan Syahrir Tarok terbakar," kata Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Bukittinggi, Joni Feri.

Ia menyebut kerugian mencapai miliaran rupiah meski pihak toko bisa menyelamatkan beberapa barang saat terbakar dibantu warga saat kondisi cuaca gerimis.

"Tidak ada korban jiwa, proses pemadaman dibantu Damkar dari Kabupaten Agam, Padang Panjang, Limapuluh Kota dan Payakumbuh," kata Joni Feri.

Dari pantauan lapangan, kebakaran di Tarok membutuhkan proses pemadaman yang cukup memakan waktu karena api yang masuk ke pertokoan tiga lantai.

Api baru benar-benar bisa dipadamkan sekitar pukul 17.30 WIB ditambah proses pendinginan yang dilakukan petugas pemadam kebakaran dibantu TNI, Polri dan masyarakat setempat.

Wali Kota Bukittinggi, Ramlan Nurmatias juga tampak memonitor proses pemadaman dan berusaha menyabarkan pemilik toko yang terdampak.

Beberapa toko besar yang menjadi korban antaranya Klinik Tasqi yang sekaligus menjadi rumah pemilik, toko peralatan bayi dan anak Diva, toko baju Free N Style dan Bukit Karya Teknik.

Selanjutnya puluhan warung permanen dan semi permanen di sepanjang Jalan Hafid Jalil yang menjadi sumber pertama kejadian sebelum merembet ke arah pertokoan tiga lantai di sebelahnya.



Pewarta:
Uploader: Laras Robert
COPYRIGHT © ANTARA 2026