Logo Header Antaranews Sumbar

Wagub Papua ajak pelaku usaha sagu daftar kekayaan intelektual

Sabtu, 25 April 2026 06:06 WIB
Image Print
Wakil Gubernur Papua Aryoko Rumaropen bersama instansi terkait saat mengunjungi salah satu stand sagu pada Festival Sagu 2026 bertempat Kota Jayapura, Papua, Jumat (24/4). (ANTARA/Qadri Pratiwi)

Jayapura (ANTARA) - Wakil Gubernur Papua Aryoko Rumaropen mengajak pelaku usaha sagu mendaftarkan kekayaan intelektual (KI) guna meningkatkan nilai ekonomi serta memberikan perlindungan agar indikasi geografis tidak dapat ditiru atau diklaim pihak lain.

"Untuk itu melalui kegiatan Festival Sagu Papua 2026 yang dirangkaikan dengan peringatan Hari Kekayaan Intelektual Sedunia dapat dimanfaatkan oleh pelaku usaha sagu," katanya usai membuka Festival Sagu 2026 di Kota Jayapura, Papua, Jumat.

Menurut Aryoko, pentingnya perlindungan kekayaan intelektual sebagai bagian dari upaya menjaga identitas budaya sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.

"Produk lokal Papua terutama Sagu memiliki potensi besar untuk bersaing jika dilindungi secara hukum melalui hak cipta, merek, maupun indikasi geografis," ujarnya.

Dia menjelaskan perlindungan kekayaan intelektual bukan hanya soal hukum, tetapi juga menjadi benteng budaya dan sumber kekuatan ekonomi masyarakat.

"Melalui pendaftaran indikasi geografis, keaslian produk khas Papua dapat terjaga dari klaim pihak lain. Sementara itu, perlindungan hak cipta dan merek mampu memberikan nilai tambah ekonomi bagi karya dan inovasi anak-anak Papua," katanya lagi.

Dia menambahkan dalam kesempatan tersebut, Wagub juga menyoroti peran penting sagu sebagai komoditas unggulan sekaligus simbol kearifan lokal masyarakat Papua. Sagu dinilai bukan hanya sebagai sumber pangan, tetapi juga mencerminkan kemandirian dan keberlanjutan.

"Oleh sebab itu melalui Festival Sagu Papua 2026, pemerintah daerah sangat berharap pengetahuan tradisional terkait sagu dapat didaftarkan sebagai kekayaan intelektual komunal guna memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat adat," ujarnya.

Dia menambahkan pihaknya juga turut mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menghargai karya dan kreativitas dengan tidak melakukan pembajakan, serta memperkuat kolaborasi antara pemerintah, akademisi, dan pelaku usaha dalam memfasilitasi pendaftaran KI, khususnya bagi mama-mama Papua dan generasi muda kreatif.

"Kami optimistis, dengan penguatan kekayaan intelektual dan pengembangan potensi lokal seperti sagu, Papua mampu mewujudkan transformasi menuju daerah yang cerdas, sejahtera, dan berdaya saing," katanya.



Pewarta:
Editor: Erie Syahrizal
COPYRIGHT © ANTARA 2026