
Kemkomdigi siap kolaborasi hadirkan AI untuk layanan BPJS Kesehatan

Jakarta (ANTARA) - Wakil Menteri Komunikasi dan Digital (Wamenkomdigi) Nezar Patria menyatakan kesiapannya membangun kolaborasi pemanfaatan kecerdasan artifisial (AI) bersama Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan untuk meningkatkan kualitas layanan publik berbasis data.
Menurutnya, kebutuhan pengolahan data dalam skala besar seperti di BPJS Kesehatan tidak lagi dapat mengandalkan pendekatan konvensional.
“Pengelolaan data dalam skala besar tidak bisa lagi manual. Datanya besar dan bergerak cepat. AI menjadi kebutuhan agar layanan publik bisa lebih cepat dan tepat,” kata Nezar dalam keterangannya yang dikonfirmasi di Jakarta, Kamis.
Nezar menjelaskan bahwa Kementerian Komdigi telah menyiapkan ekosistem pengembangan talenta melalui program AI Talent Factory yang dapat langsung digunakan untuk menjawab kebutuhan tersebut.
Program ini merupakan pelatihan bagi mahasiswa dari beberapa perguruan tinggi unggulan agar dapat memahami pemanfaatan AI dengan dukungan studi kasus yang nyata dan pendampingannya dilakukan oleh ahli dari industri global.
Program ini melibatkan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi, seperti Universitas Brawijaya, Universitas Gadjah Mada (UGM), Institut Teknologi Bandung (ITB), dan Universitas Indonesia (UI), serta didukung oleh perusahaan teknologi global dan universitas internasional.
“Kami kerja sama dengan Google, Apple, Amazon, juga MIT dan Oxford. Jadi talenta yang dihasilkan siap masuk ke kebutuhan riil di lapangan,” ujar Nezar.
Lebih lanjut, Nezar mengatakan bahwa kolaborasi dengan BPJS Kesehatan dapat langsung dijalankan dengan memadukan data, use case, dan talenta yang sudah tersedia.
“Kalau BPJS Kesehatan punya use case dan data, kami punya talenta dan ekosistem. Ini bisa langsung kita kerjakan bersama. Tujuannya jelas, layanan ke masyarakat harus lebih cepat, lebih akurat,” tegasnya.
Di lain sisi, BPJS Kesehatan juga sudah mulai merintis pemanfaatan AI untuk meningkatkan pelayanan publik semakin terdigitalisasi dan memudahkan layanan dari sentuhan jari.
Meski begitu Direktur Teknologi Informasi BPJS Kesehatan Setiaji mengatakan langkah tersebut masih menghadapi keterbatasan kapasitas pengembangan.
“Kami sudah mulai bangun chatbot, analisis klaim, dan smart analytics. Tapi memang masih ada gap, terutama dalam pengembangan model dan pemanfaatan data,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa sistem yang ada saat ini masih belum mampu memahami kebutuhan pengguna secara utuh.
“Chatbot kami masih sebatas pengganti FAQ. Untuk klaim juga belum bisa membaca banyak variabel. Ini yang ingin kami tingkatkan agar layanan bisa lebih cepat dan akurat,” jelas Setiaji.
Melalui kolaborasi ini, pemerintah menargetkan layanan BPJS Kesehatan menjadi lebih responsif, proses klaim lebih cepat, serta pemanfaatan data kesehatan lebih optimal untuk mendukung kebijakan berbasis bukti.
Selain itu, kolaborasi ini juga diharapkan mendorong peningkatan kapasitas internal melalui transfer pengetahuan dan pengembangan talenta di dalam organisasi.
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Kemkomdigi siap kolaborasi hadirkan AI untuk layanan BPJS Kesehatan
Pewarta: Livia Kristianti
Editor: Erie Syahrizal
COPYRIGHT © ANTARA 2026
