Logo Header Antaranews Sumbar

Bupati Pasaman Barat dorong peringatan "rayo anam" jadi destinasi wisata religi

Minggu, 29 Maret 2026 16:16 WIB
Image Print
Peringatan hari raya enam atau "rayo anam" di Surau Lubuak Landua Kecamatan Pasaman Kabupaten Pasaman Barat, Sumbar, Sabtu (28/3/2026). ANTARA/HO-Diskominfo Pasaman Barat. (Tradisi raya enam)

Simpang Empat (ANTARA) - Bupati Pasaman Barat, Sumatera Barat Yulianto mendorong peringatan hari raya enam di Lubuak Landua, Kecamatan Pasaman tidak hanya sebagai tradisi religi tetapkan juga menjadi destinasi wisata religi.

"Tradisi memperingati hari raya atau "Rayo Anam" ini bertahan hingga saat ini. Peringatan ini dilakukan setiap tahun pada hari keenam setelah lebaran," katanya di Simpang Empat, Minggu.

Peringatan hari raya enam ini dilakukan pada Sabtu (28/3) dengan memperingati "manjalang buya" atau mengunjungi ustad Lubuak Landua.

Serta mengunjungi surau atau mushala yang dijadikan tempat pengembangan agama Islam sejak dahulu kala,

Selain sebagai bentuk penghormatan kepada Syekh Lubuak Landua, tradisi ini juga bertujuan untuk mengunjungi surau atau mushala yang sejak dahulu kala menjadi pusat pengembangan agama Islam.

"Atas nama pemerintah daerah, saya mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Fitri, mohon maaf lahir dan batin. Kita patut berbangga karena tradisi ini tetap terjaga. Ke depan, Lubuak Landua tidak hanya menjadi tujuan wisata lokal, tetapi perlu didorong menjadi destinasi wisata religi hingga tingkat internasional,” ujarnya.

Ia menyebutkan upaya tersebut memerlukan sinergi antara pemerintah daerah, tokoh masyarakat, dan generasi muda dalam menjaga serta mengembangkan potensi daerah.

"Dengan kebersamaan, cita-cita pembangunan daerah dapat terwujud. Mari kita berusaha dan berdoa agar Pasaman Barat semakin maju," katanya.

Sejak Islam masuk ke Nagari Aua Kuniang, boleh dikatakan pusat Islam Pasaman Barat terletak di Jorong Lubuk Landur.

Surau itu didirikan oleh Buya Lubuk Landur yang dimanfaatkan masyarakat selain untuk beribadah sehari-hari juga untuk suluk pada waktu-waktu tertentu.

"Tradisi ini terus dijaga dari generasi ke generasi berikutnya di daerah Lubuk Landua," sebutnya.

Tradisi itu diawali dengan iringan jalan kaki dari bundo kanduang (kaum perempuan) yang menjunjung jamba atau makanan diikuti oleh bupati, wakil bupati, anggota DPRD, ninik mamak, KAN, alim ulama unsur masyarakat adat dan pihak terkait lainnya.

Perwakilan keluarga Buya Lubuak Landua Indra, menyampaikan terima kasih atas kehadiran dan dukungan bupati beserta rombongan.

Ia menilai kehadiran pimpinan daerah menjadi bentuk dukungan terhadap pelestarian tradisi dan kearifan lokal.

Ia juga mengajak masyarakat menjaga kedamaian dan keharmonisan di nagari.

"Apapun dinamika yang terjadi, mari diselesaikan dengan kepala dingin. Kita bersandar kepada Allah untuk menciptakan suasana yang damai dan tenteram,” imbuhnya.

---

Teks Foto: Peringatan hari raya enam atau "rayo anam" di Surau Lubuak Landua Kecamatan Pasaman Kabupaten Pasaman Barat, Sumbar, Sabtu (28/3/2026). ANTARA/HO-Diskominfo Pasaman Barat.



Pewarta:
Uploader: Laras Robert
COPYRIGHT © ANTARA 2026