
76 kuda ikuti Padang Pariaman Pacu Kuda 2026

Parik Malintang (ANTARA) - Sebanyak 76 kuda pacuan dari berbagai daerah di Sumatera Barat mengikuti Padang Pariaman Pacu Kuda 2026 yang dilaksanakan di Gelanggang Pacuan Kuda Duku Banyak, Kecamatan IV Koto, Kabupaten Padang Pariaman pada 28 dan 29 Maret .
"Alhamdulillah kuda yang ikut berpacu pada tahun ini lebih banyak dari tahun sebelumnya (65 kuda pacu)" kata Bupati Padang Pariaman, John Kenedy Azis saat pelaksanaan Padang Pariaman Pacu Kudo 2026 di VII Koto, Sabtu.
Ia mengatakan meningkatnya peserta pacu kuda tersebut karena persiapan yang dilakukan tahun ini lebih panjang dari tahun sebelumnya agar kegiatan itu berdampak besar pada jumlah penonton dan perekonomian pelaku usaha mikro kecil menengah.
Ia menyampaikan karena persiapan yang panjang tersebut banyak perantau dan tokoh masyarakat di Padang Pariaman menyumbangkan uang agar pelaksanaan olahraga wisata tahunan itu berjalan sukses.
"Bahkan perusahaan BUMN ikut menyumbang agar pelaksanaan kegiatan ini berjalan lancar," katanya.
Ia mengatakan untuk memeriahkan kegiatan yang diagendakan setiap lebaran tersebut pihaknya menghadirkan artis terkenal asal kabupaten setempat sehingga tidak saja dapat memeriahkan kegiatan namun juga mendatangkan banyak pengunjung.
Ia menyampaikan komitmennya untuk terus melaksanakan kegiatan tersebut karena tidak saja dapat menyambut perantau yang pulang kampung namun juga menggerakkan perekonomian daerah.
Kepala Dinas Pariwisata dan Pemuda dan Olahraga Padang Pariaman Anton Wira Tanjung menargetkan 88 kuda pacu untuk mengikuti Pacu Kudo 2026 namun karena adanya kendala maka yang dapat mengikuti kegiatan itu hanya 76 kuda.
Ia menyampaikan pelaksanaan kegiatan tersebut sebagai langkah Padang Pariaman menggiatkan pariwisata olahraga guna meningkatkan perekonomian masyarakat khususnya pelaku UMKM.
Ia menekankan agar penonton tidak menjadikan ajang olahraga tahunan tersebut sebagai ajang judi karena dapat merusak makna dari pelaksanaan kegiatan itu.
Pewarta: Aadiaat MS
Uploader: Laras Robert
COPYRIGHT © ANTARA 2026
