Logo Header Antaranews Sumbar

Intelektual Muda sebut pertemuan Prabowo-Megawati sebagai panggilan persatuan

Jumat, 20 Maret 2026 05:40 WIB
Image Print
Presiden Prabowo Subianto (kedua kanan) dan Presiden ke-5 RI Megawati Soekarnoputri (kedua kiri) saat melakukan pertemuan di Istana Merdeka, Jakarta, Kamis (19/3/2026). Pertemuan yang membahas persatuan dan semangat kebangsaan itu bertujuan untuk mempererat silaturahim menjelang Hari Raya Idul Fitri 1 Syawal 1447 Hijriah. ANTARA FOTO/BPMI Setpres/Laily Rachev/hma/wsj.

Jakarta (ANTARA) - Pertemuan Presiden Prabowo Subianto dan Presiden Ke-5 RI Megawati Soekarnoputri di Istana Negara, Jakarta, Kamis, merupakan sinyal kuat bagi persatuan nasional di tengah ketidakpastian global.

"Pertemuan Prabowo-Megawati harus dibaca sebagai panggilan sejarah untuk menjaga keutuhan NKRI di tengah badai dunia," ujar Co-Founder Forum Intelektual Muda Muhammad Sutisna dalam keterangannya di Jakarta, Kamis (19/3) malam.

Sutisna mengatakan Indonesia tidak boleh terpecah oleh ego kelompok atau perbedaan politik.

Ia mendukung pendekatan kebijakan yang mengutamakan skala prioritas dan urgensi.

"Situasi global saat ini benar-benar menguji ketahanan setiap bangsa. Indonesia tidak boleh terpecah oleh perbedaan politik atau ego kelompok," ujar Sutisna.



Pewarta:
Editor: Syarif Abdullah
COPYRIGHT © ANTARA 2026