
Intelektual Muda sebut pertemuan Prabowo-Megawati sebagai panggilan persatuan

Jakarta (ANTARA) - Pertemuan Presiden Prabowo Subianto dan Presiden Ke-5 RI Megawati Soekarnoputri di Istana Negara, Jakarta, Kamis, merupakan sinyal kuat bagi persatuan nasional di tengah ketidakpastian global.
"Pertemuan Prabowo-Megawati harus dibaca sebagai panggilan sejarah untuk menjaga keutuhan NKRI di tengah badai dunia," ujar Co-Founder Forum Intelektual Muda Muhammad Sutisna dalam keterangannya di Jakarta, Kamis (19/3) malam.
Sutisna mengatakan Indonesia tidak boleh terpecah oleh ego kelompok atau perbedaan politik.
Ia mendukung pendekatan kebijakan yang mengutamakan skala prioritas dan urgensi.
"Situasi global saat ini benar-benar menguji ketahanan setiap bangsa. Indonesia tidak boleh terpecah oleh perbedaan politik atau ego kelompok," ujar Sutisna.
Pewarta: Abdu Faisal
Editor: Syarif Abdullah
COPYRIGHT © ANTARA 2026
